ESDM Pastikan Pasokan Gas Bumi Aman untuk Industri Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin ketersediaan pasokan gas bumi sebagai sumber energi dan bahan baku untuk industri manufaktur. Hal tersebut penting dilakukan guna menjaga pertumbuhan industri sebagai salah satu penopang perekonomian.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, salah satu upaya pemerintah adalah dengan merealisasikan harga gas bumi tertentu (HGBT) sebesar US$ 6-7 per MMBTU. Menurutnya, kebijakan itu harus diatur dan terjamin pasokannya untuk industri.
"Salah satunya adalah me-manage, mengatur agar gasnya bisa terjamin kepada industri-industri yang tadi sudah salah satunya menggunakan fasilitas HGBT," ucap Laode saat ditemui seusai menghadiri acara diskusi di kantor Kadin, Jakarta Selatan, Selasa (10/7/2025).
Dia juga tak menampik beberapa waktu lalu sempat terjadi kendala pasokan gas yang disebabkan pembangunan infrastruktur pipa gas yang dialirkan untuk industri. Laode mengklaim, hal tersebut sudah dapat teratasi. Pihaknya juga melakukan berbagai upaya agar masalah itu tak terjadi lagi.
"Dalam waktu-waktu tertentu yang ekspor ini bisa kita swap. Kalau sewaktu-waktu kita butuh LNG-nya kita belokan dahulu ke dalam negeri untuk menambal kebutuhan tambahan dari dalam negeri," terangnya.
Dalam hal pembangunan pipa gas, Kementerian ESDM telah menyelesaikan pembangunan pipa Cirebon–Semarang hingga Batang. Infrastruktur tersebut kini menyalurkan gas bumi dari Jawa Timur hingga ke kawasan industri Batang.
Saat ini, pembangunan pipa juga tengah dilakukan sepanjang 245 kilometer dari Batang sampai Kandang Haur dan ditargetkan selesai pada April 2026. Kemudian, pemerintah tengah menyiapkan pembangunan pipa gas Dumai–Semangke sepanjang 541 kilometer yang menghubungkan Sumatra Utara dan Riau.
"Jadi Menteri SDM kemarin sudah mengamanahkan kepada kami agar segera melelangkan ruas pipa Dumai- Semangke. Ini sepanjang 541 kilometer dari Sumatra Utara sampai Riau," papar Laode.

