Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Bidik Wisatawan Asia Timur
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Indonesia dan Jepang resmi menandatangani kerja sama pariwisata melalui Memorandum of Cooperation (MoC). Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pasar Asia Timur di tengah dinamika global.
Penandatanganan dilakukan di kantor Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism. MoC diteken oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri Jepang Yasushi Kaneko.
Kerja sama ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang. Momentum ini sekaligus menandai kerja sama formal pertama di sektor pariwisata antara kedua negara.
Pemerintah menilai kolaborasi ini penting untuk menjaga pertumbuhan wisatawan mancanegara. Diversifikasi pasar dinilai krusial di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Ruang lingkup kerja sama mencakup promosi pariwisata bersama di tingkat internasional. Selain itu, pengembangan produk wisata seperti wellness, gastronomi, bahari, budaya, dan ekowisata turut menjadi fokus.
Kedua negara juga memperkuat pengelolaan destinasi dan pariwisata berkelanjutan. Termasuk pengembangan desa wisata dan kolaborasi sektor swasta di industri penerbangan serta perjalanan.
Baca Juga
Di sisi lain, kerja sama mencakup pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pertukaran keahlian. Sektor MICE, konektivitas udara, investasi, hingga perlindungan wisatawan juga masuk dalam kesepakatan.
“Jepang merupakan mitra strategis utama Indonesia dalam pengembangan pariwisata, dengan tren kunjungan yang terus meningkat setiap tahun. Kami juga menekankan pentingnya konektivitas udara untuk mendorong arus wisatawan antara kedua negara," tegas Menpar dalam keterangan resmi, Senin (30/3/2026).
Sekadar informasi, data menunjukkan kunjungan wisatawan Jepang ke Indonesia pada 2025 mencapai lebih dari 380 ribu orang. Angka tersebut meningkat sekitar 12% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata lama tinggal hampir delapan hari.
Implementasi kerja sama akan dilakukan melalui pembentukan Joint Working Group. Tim ini bertugas menyusun rencana aksi dan memastikan program berjalan berkelanjutan.
Pemerintah optimistis kolaborasi ini akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan. Selain itu, hubungan antar masyarakat kedua negara juga diharapkan semakin erat melalui sektor pariwisata.

