Wisatawan Indonesia Hadirkan Peluang Besar Bagi Pasar Pariwisata Halal Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Vero bersama platform keterlibatan audiens berbasis APAC, GMO-Z.com Research menyatakan bahwa wisatawan Indonesia sebagai salah satu negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia menghadirkan peluang bagi pasar pariwisata halal global.
Executive Account Director Vero Diah A. Dewi mengungkapkan, sebagian besar bepergian setidaknya sekali atau dua kali setahun atau sebesar 35%, dengan seperempatnya bepergian tiga kali atau lebih dalam setahun.
"Perjalanan juga sebagian besar dilakukan bersama keluarga, yakni 60% atau dengan pasangan 19%, yang mencerminkan preferensi budaya yang kuat untuk pengalaman bersama. Sebaliknya, sekitar 1 dari 10 wisatawan Muslim lebih suka bepergian sendiri," ujar Diah dalam acara Media Briefing: “Membangun Pariwisata Halal: Tren, Tantangan, dan Peluang Global” yang akan membahas temuan dari Halal Tourism White Paper di Hotel Santika Premiere ICE BSD City, Tangerang, Kamis (25/9/2025).
Diah menjelaskan, meskipun destinasi mayoritas Muslim seperti Malaysia dan Arab Saudi telah lama menjadi tujuan favorit orang Indonesia, pusat-pusat ramah Muslim, seperti Singapura, Jepang, dan Korea Selatan, kini juga menarik sejumlah besar wisatawan Muslim. Menariknya, kata Diah, banyak destinasi yang terbuka untuk wisatawan Muslim terlepas dari ketersediaan halal.
"Menandakan peluang bagi destinasi non-Muslim untuk meningkatkan inklusivitas dan daya tariknya," ungkap Diah.
Lebih lanjut, Diah menyebut, wisatawan Muslim Indonesia cenderung merencanakan perjalanan mereka di sekitar periode liburan penting, terutama selama liburan sekolah di bulan Juli dan Agustus, serta perayaan nasional seperti Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru. Menurut Diah, periode-periode ini sejalan dengan lonjakan minat daring terkait perjalanan yang paling signifikan, sebagaimana ditunjukkan oleh data tren pencarian dan pendengaran sosial.
"Minat meningkat tajam pada pertengahan 2022 menyusul pelonggaran pembatasan Covid-19 dan pembukaan kembali ibadah umrah, sementara peningkatan serupa terjadi pada awal 2023 dan 2024, bertepatan dengan Ramadan dan Idul Fitri. Pola-pola ini menunjukkan bagaimana ketersediaan waktu istirahat, ibadah keagamaan, dan tren musiman secara umum berperan penting dalam membentuk pilihan perjalanan umat Muslim Indonesia," jelas Diah.
Selain itu, kebiasaan pemesanan mencerminkan audiens yang melek digital. Secara rinci, 45% memesan melalui platform perjalanan online seperti Traveloka, Agoda, dan Booking.com. 24% lainnya mengandalkan rekomendasi teman atau keluarga, sementara hanya 15% yang menggunakan agen perjalanan tradisional.
Di sisi lain, Diah membeberkan bahwa platform perjalanan khusus halal, termasuk TagHalal Food Scan Ingredients dan Quran Namaz Qibla, juga semakin populer, yakni 70% responden telah berinteraksi dengan platform tersebut, dan 32% menggunakannya secara teratur.
"Hal ini menandakan pasar yang semakin matang dengan ruang untuk pertumbuhan dalam layanan perjalanan halal digital," ucap Diah.
Diah menambahkan, pada Juni 2025, Vero bersama platform keterlibatan audiens berbasis APAC, GMO-Z.com Research melakukan survei kuantitatif daring terhadap 509 Muslim Indonesia berusia 18-45 tahun ke atas untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi pilihan destinasi dan kendala yang dihadapi dalam pengalaman yang sesuai syariah. Studi ini, yang menangkap wawasan dari responden lintas demografi sosial ekonomi, mengkaji perilaku, preferensi, dan persepsi mereka terhadap pariwisata halal, dengan fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi keputusan perjalanan dan pilihan destinasi.
"Karena Indonesia merupakan rumah bagi populasi Muslim terbesar di dunia, mencakup 12,7% dari total Muslim di dunia, cara orang Indonesia bepergian menawarkan wawasan mengenai pergeseran global yang lebih luas dalam pariwisata halal," terang Diah.
Asal tahu saja, wawasan dari studi ini bertujuan untuk menyoroti dinamika lokal perjalanan berbasis agama di kalangan Muslim Indonesia, sekaligus menyoroti pola dan ekspektasi yang dapat menginformasikan strategi merek untuk merancang pengalaman yang bermakna dan imersif yang memadukan agama, gaya hidup, dan rekreasi bagi wisatawan Muslim di Indonesia dan seluruh komunitas Muslim global.

