Menteri ESDM Minta PLN Segera Rampungkan Dedieselisasi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengingatkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk segera merampungkan program dedieselisasi. Pasalnya, dedieselisasi merupakan salah satu upaya dalam transisi energi nasional dan mitigasi perubahan iklim.
Dedieselisasi adalah konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Penggantian ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan solar sebagai tenaga pembangkit listrik yang pada akhirnya mengurangi tingkat emisi.
"Harusnya sih jalan (program dedieselisasi). Makanya kita lagi dorong terus," kata Arifin Tasrif saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, belum lama ini.
Baca Juga
Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Tak Naik hingga Juni 2024
Lebih lanjut Arifin menyampaikan, seharusnya program dedieselisasi ini bisa berjalan lancar. Pasalnya, pihaknya sudah memberikan harga gas yang murah untuk konversi pembangkit listrik tersebut.
“Tinggal eksekusinya saja, sampai sejauh mana tuh ada 1,6 GW yang sudah kita program 3 tahun lalu ya, belum jalan," ujar Arifin Tasrif.
Selain dedieselisasi pada 1,6 GW PLTD, Arifin juga menyebutkan Kementerian ESDM pun mendorong dedieselisasi untuk 2.200 unit pembangkit kecil untuk masuk dalam program ini.
Baca Juga
Perplatsi Tolak Permen ESDM tentang PLTS Atap, Ini 3 Poin Utamanya
“Terus ada lagi yang kecil-kecil. Jumlahnya juga kurang lebih hampir sama segitu, yang ada 2.200 pembangkit kecil-kecil juga diminta supaya dieselnya diganti," tandasnya.

