ESDM Resmi Buka Posko Nasional Ramadan–Idulfitri 2026, Pasokan BBM hingga Listrik Dipantau 24 Jam
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Posko Nasional Sektor ESDM periode Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026 M/1447 H guna memastikan keamanan pasokan energi serta kesiapan mitigasi bencana geologi selama periode mudik dan perayaan Lebaran.
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati mengatakan, pembentukan posko tersebut didasarkan pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 116.K/HK.02/MEM.S/2026 yang diterbitkan pada 9 Maret 2026. Dalam keputusan tersebut, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) ditunjuk sebagai koordinator Posko Nasional Sektor ESDM selama periode Ramadan dan Idulfitri.
“Bapak Menteri ESDM telah menerbitkan keputusan tentang Tim Posko Nasional Sektor ESDM dalam rangka koordinasi pengawasan, penyediaan dan pendistribusian BBM, gas, listrik serta mitigasi bencana geologi untuk mengamankan Hari Raya Idulfitri 2026,” ujar Erika di kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga
Erika menjelaskan, Posko Nasional Sektor ESDM akan beroperasi selama 20 hari, mulai 12 Maret hingga 31 Maret 2026, dan berlokasi di Gedung BPH Migas. Dalam pelaksanaan tugas hariannya, Erika akan dibantu Direktur Bahan Bakar Minyak BPH Migas selaku Penanggung Jawab Harian serta rekan-rekan petugas posko harian baik dari subsektor unit ESDM maupun dari badan usaha.
Menurut Erika, keberhasilan operasional posko sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor, baik di internal kementerian maupun dengan berbagai instansi terkait. Beberapa lembaga yang akan terlibat antara lain Korlantas Polri terkait pengaturan lalu lintas selama arus mudik, serta Kementerian Perhubungan untuk mendukung kelancaran transportasi darat, laut, dan udara.
Dalam pembukaan posko tersebut, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menegaskan, secara nasional kesiapan pasokan energi untuk menghadapi Idulfitri 2026 M/1447 H berada dalam kondisi yang memadai.
“Dapat kami sampaikan yang terkait dengan ketersediaan BBM dan LPG secara nasional, kami menatanya menjadi lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Yuliot.
Dia menjelaskan, ekosistem pasokan energi nasional mencakup produksi minyak dalam negeri yang saat ini mencapai sekitar 610 ribu barel per hari (bph) serta dukungan impor untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Baca Juga
“Untuk proses lanjutannya ada dalam proses transportasi, ada yang transportasinya lifting di dalam negeri, kemudian dikirim kepada pengolahan-pengolahan atau kilang kita di dalam negeri, ada di Balikpapan, Balongan, Cilacap, Plaju, Dumai. Tentu ini merupakan bagian proses kecukupan BBM di dalam negeri,” papar Yuliot.
Menurut Yuliot, kapasitas cadangan energi nasional juga telah diperkuat melalui peningkatan fasilitas penyimpanan dan distribusi. “Walaupun cadangan BBM yang disampaikan sebelumnya sekitar 23 hingga 25 hari, jika dilihat dari keseluruhan ekosistem pasokan energi, ketersediaannya bisa mencapai lebih dari 30 hari,” tegas dia.
Dengan kesiapan tersebut, kata Yuliot, pemerintah optimistis pasokan energi nasional akan tetap aman dan mampu mendukung aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Posko Nasional Sektor ESDM periode Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026 atau 1447 Hijriah dengan resmi saya nyatakan dibuka,” ujar Yuliot.

