Intip Strategi Astra Infra Cegah Kemacetan Tol Tamer di Libur Lebaran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Astra Tol Nusantara (Astra Infra) menyiapkan sejumlah strategi untuk mencegah kemacetan di ruas Tol Tangerang–Merak (Tamer) selama periode puncak arus mudik Lebaran.
Group Chief Operating Officer (COO) Astra Infra, Billy Perkasa Kadar menyebutkan, kemacetan di ruas tol tersebut biasanya dipicu hambatan proses penyeberangan dari Pelabuhan Merak, Banten menuju Bakauheni, Lampung, yang sebagian besar disebabkan faktor cuaca.
“Untuk yang Tangerang-Merak, kemacetan itu akan terjadi jika ada hambatan pada proses penyeberangan dari (Pelabuhan) Merak ke Bakauheni dan itu tuh mostly karena cuaca,” katanya saat konferensi pers di kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026) malam.
Baca Juga
Polda Banten Tidak Berlakukan Contra Flow di Tol Tangerang-Merak, Ternyata Ini Alasannya
Selain itu, Billy menyebut kemacetan juga sering terjadi karena pemudik datang ke pelabuhan tanpa memiliki tiket penyeberangan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Astra Infra telah berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) agar pembelian tiket penyeberangan dapat dilakukan lebih awal di rest area KM 43 dan KM 68 Tol Tangerang–Merak melalui aplikasi Ferizy.
Pembelian tiket di dua lokasi tersebut menggunakan sistem geofencing, sehingga transaksi hanya dapat dilakukan di area yang telah ditentukan. “Kita menyediakan penjualan tiket melalui aplikasi Feriziy di rest area KM 68 dan KM 43 dan ada geofencing. Jadi, kalau misalnya lewat dari KM tersebut tidak bisa beli,” jelas Billy.
Selain itu, Astra Infra bersama ASDP juga menyiapkan sejumlah kantung parkir di sekitar kawasan Pelabuhan Merak untuk menampung kendaraan apabila terjadi penumpukan di pelabuhan. Langkah ini dilakukan agar antrean kendaraan tidak meluas hingga ke ruas tol.
Di sisi lain, Astra Infra bersama Korlantas Polri juga menyiapkan skema delay system jika terjadi kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Merak.
Melalui skema tersebut, kendaraan akan ditampung sementara di rest area KM 43 dan KM 68 apabila kantung parkir di sekitar pelabuhan tidak lagi mampu menampung antrean kendaraan.
“Jika ada kemacetan dan itu tidak tertampung dengan kantung-kantung parkir di sekitar pelabuhan, nanti akan ditampung dulu di rest area di KM 68 dan KM 43,” tutur Billy.

