Intip Strategi Astra Infra Wujudkan 'Net Zero Emission' 2050
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id – PT Astra Tol Nusantara (Astra Infra) membeberkan strategi dekarbonisasi jangka panjang untuk mendukung komitmen net zero emission (NZE) Astra Group, dengan target pemenuhan emisi nol bersih pada 2050 untuk scope 1 dan scope 2.
Sustainability Management Division Head Astra Infra, Beny P Kusumah mengungkap langkah ini telah dimulai sejak 2024 lalu.
“Astra holdings atau PT Astra International Tbk sudah komitmen untuk net zero emission. Makanya dari sekarang kita sudah bersiap untuk memastikan net zero emission itu bisa dicapai di 2050,” kata Beny saat ditemui di sela-sela acara Astra Infra Sustainability Fest 2025, Taman Scientia Square, Tangerang, Jumat (28/11/2025).
Baca Juga
Astra Infra Ramal 6,9 Juta Kendaraan Bergerak di Jawa Sepanjang Lebaran
Beny menegaskan, seluruh anak perusahaan Astra turut berkewajiban menjalankan kontribusi pengurangan emisi. “Tentu yang komitmennya holding, anak perusahaannya pun harus berkontribusi, mendukung dan sebagainya. Sehingga nanti untuk dekarbonisasi ini, value chain itu juga akan terlibat sendiri,” lugasnya.
Pada 2026, lanjut Beny, Astra Infra tetap melanjutkan program Astra 2030 Sustainability Aspiration sebagai komitmen pengurangan emisi berkelanjutan. Program tersebut mencakup pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK), peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT), daur ulang limbah dan efisiensi air, serta penguatan standar keselamatan kerja. “Semuanya itu sudah ada targetnya setiap tahun,” tutur Beny.
Ia menambahkan, program CSR juga memiliki target hingga 2030. Untuk penurunan emisi, kata Beny, Astra Infra menargetkan reduksi 30% pada 2030. “Kita menargetkan 2030 itu 30% greenhouse gas reduction. Untuk energi terbarukan juga 30% untuk di Astra Infra,” ungkapnya.
Adapun, beberapa inisiatif yang sudah dijalankan, antara lain pemasangan solarphotovoltaic (PV) yang tersebar di seluruh aset Astra Infra, pembelian Renewable Energy Certificate (REC), hingga penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga
Simak Rekayasa Lalin di Ruas Tol Astra Infra di Libur Lebaran 2025
Beny mengatakan, pembelian REC dilakukan melalui PLN, tetapi bukan menjadi opsi utama. “Sebetulnya untuk REC itu adalah opsi terakhir. Jadi kita ingin yang kita lakukan itu aksi yang nyata di lapangan,” jelasnya.
Soal investasi, Beny menyebut anggaran disusun berdasarkan aktivitas dan target tahunan sehingga bisa berbeda di setiap tahunnya. “Budget itu berdasarkan aktivitas. Kita punya target apa dulu, tergantung target aspirasi tadi. Kemudian baru inisiatifnya apa, baru budget-nya berapa,” pungkasnya.

