Kadin akan Gelar Food Security Summit & MBGnomics, Apa Tujuannya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin), memberikan respons cepat terkait gejolak yang saat ini terjadi di wilayah Timur Tengah. Pengusaha Kadin mencermati gejolak akibat meletusnya perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel dapat menimbulkan dampak tersendiri terhadap perekonomian Indonesia.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mendorong agar pemerintah dapat segera memperkuat ekonomi lokal hingga mewujudkan ketahanan pangan. Ia mengungkap, Kadin akan membuat formula terkait mewujudkan ketahanan pangan melalui agenda Food Security Summit dan MBGnomics.
"Kami catat bahwa perang di Timur Tengah ini bisa berlangsung mungkin lebih lama dari yang pertama kali kita prediksi. Jadi apakah itu 4-5 minggu, mungkin suatu yang harus kita antisipasi," kata Anindya ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (4/3/2026).
Ia mengungkap, melalui Food Security Summit nantinya akan mempertemukan pemangku kebijakan, pengusaha, hingga pegiat pangan lokal dalam sebuah forum diskusi.
Baca Juga
Anindya Bakrie Kumpulkan Pengusaha Kadin, Bahas Dampak Perang Timur Tengah
Anindya menekankan, Kadin mengapresiasi keberhasilan pemerintah dalam rangka mewujudkan swasembada beras. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah tidak boleh terlena lantaran adanya ancaman krisis global imbas gejolak yang terjadi di sejumlah wilayah.
"Kita menyambut baik bahwa beras sudah swasembada, tapi ke depannya juga apa lagi? Termasuk juga bagaimana supaya ekspor daripada produk-produk kita, seperti kelapa sawit itu bisa terus terjaga. Karena sangat dibutuhkan pada saat ini," terangnya.
Menurut Anindya, ajang Food Security Summit direncanakan akan berlangsung pada bulan Mei atau Juni mendatang. Ia mengakui, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah terkait rencana kegiatan tersebut.
Selain itu, Kadin juga akan menggelar acara serupa yang fokus terhadap pembahasan program makan bergizi gratis (MBG), yakni MBGnomics.
Anindya menjelaskan, di tengah ketidakstabilan global seperti saat ini, kelompok pengusaha perlu berkontribusi untuk memperkuat pasar domestik. Dan melalui MBG, kata Anindya, program tersebut memberikan dampak positif dari sisi penciptaan pasar dengan adanya optik dari pemerintah.
Ia menyebutkan, pekerjaan rumah (PR) selanjutnya yang perlu dibenahi adalah bagaimana pemerintah dapat menciptakan supply chain yang lebih resilient sehingga bisa menjaga harga dari bahan pasok tersebut.
"Nah disinilah Kadin akan membuat suatu kajian MBGnomics, yang bukan saja bagaimana bisa memberikan makanan kepada 80 juta anak dan ibu-ibu menyusui, tapi juga dampak ekonominya sampai kepada lapangan kerja serta apa yang harus juga dilakukan supaya supply chainnya bisa lebih kuat," tuturnya.
Tidak hanya itu, Anindya mengungkap Kadin juga bersiap untuk menyelenggarakan agenda Kadin Investment Week di bulan Agustus mendatang. Rencananya, Kadin akan menggandeng Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
"Karena saat ini dibutuhkan begitu banyak investasi di tengah was-wasnya akibat kejadian di Timur Tengah," sebut Anindya.

