Kadin-Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Jakarta Food Security Summit 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mematangkan persiapan Jakarta Food Security Summit (JFSS) 2026 yang akan digelar pada 20-21 Mei 2026. Forum ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan membangun ekosistem pangan berkelanjutan yang berdampak ekonomi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan ketahanan pangan menjadi prioritas pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Capaian sepanjang 2025 dinilai memperkuat fondasi sektor pangan nasional.
“Produksi beras pada 2025 mencapai 34,71 persen, sementara produksi jagung sekitar 16 juta ton,” ujar Menko Airlangga di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Pemerintah juga memperkuat dukungan pembiayaan sektor pertanian. Penyaluran KUR pertanian, kata Airlangga, tahun lalu mencapai Rp 102 triliun dan tahun ini disiapkan platform pembiayaan hingga Rp 300 triliun.
Airlangga menilai penguatan pembiayaan perlu diiringi kolaborasi dengan dunia usaha. Langkah ini penting agar peningkatan produksi berjalan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
Baca Juga
Di sisi lain, Airlangga turut mengapresiasi program closed-loop system yang dikembangkan Kadin. Menurutnya, konsep ini relevan untuk mendukung pengembangan ekosistem pangan, baik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun penguatan Koperasi Desa Merah Putih.
“Closed-loop sangat cocok untuk mendukung MBG dan pengembangan koperasi. Kami juga berharap Kadin mendorong komoditas lain di luar tanaman pangan, termasuk multikultura yang memiliki permintaan global besar,” katanya.
Sekadar informasi, Closed loop (siklus tertutup) adalah konsep di mana output dari suatu proses digunakan kembali sebagai input, sehingga limbah, kehilangan, dan ketergantungan pada sumber eksternal dapat diminimalkan.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap JFSS 2026. Forum ini merupakan penyelenggaraan keenam sejak era Presiden SBY hingga Presiden Prabowo Subianto.
“Kadin selalu ingin berpartisipasi bersama pemerintah dalam ketahanan pangan. Salah satunya melalui program MBG, di mana sekitar 1.000 dari target 30.000 SPPG atau dapur telah melibatkan partisipasi Kadin,” ujar Anin.
Ia juga menyoroti potensi penerapan closed-loop system ke sektor hortikultura dan pangan lainnya, terutama jika diterapkan di sekitar 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, fokus Kadin ke depan adalah memperkuat sektor pangan dan mangan agar kesejahteraan masyarakat meningkat sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Dengan waktu persiapan yang masih panjang, Anin menekankan pentingnya penyusunan roadmap yang jelas dan terukur. JFSS 2026 diharapkan tidak berhenti pada diskusi, melainkan menghasilkan langkah konkret yang berdampak nyata bagi ketahanan pangan dan perekonomian nasional.

