HCML Sumbang 30% Total Produksi Gas Jawa Timur
SURABAYA, Investortrust.id – Hingga saat ini, Husky-Cnooc Madura Limited (HCML) telah berkontribusi 30% dari total produksi gas di Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan oleh Super Intendant BD - WHP HCML, Redhata Rangkuti dalam Kunjungan Media SKK Migas ke kantor HCML di Madura, Jawa Timur, Rabu (01/11/2023). Adapun total poduksi dan sales gas HCML tercatat sebesar 250 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari).
Untuk menjaga tingkat produksi, Redhata menjelaskan setiap bulannya HCML melakukan maintenance dan meninjau setiap lapangan bersama dengan manajemen dari kantor pusat. Saat ini, HCML memiliki 3 lapangan utama untuk memproduksi gas di daerah Madura, yaitu Lapangan BD, Lapangan MDA-MBH, dan Lapangan MAC.
Ke depannya, HCML akan terus mengembangkan lapangannya yang diikuti dengan fase pengembangan dari dua lapangan baru yaitu MDK yang akan onstream di kuartal III-2024 dan MBF yang akan onstream di Kuartal IV- 2025.
Baca Juga
Redhata menjelaskan, pengembangan lapangan ini akan menghasilkan produksi gas sampai 300 MMscfd di tahun 2025-2027.
“Pengembangan lapangan HCML lainnya akan memberikan penambahan produksi gas hingga mencapai kurang lebih 300 MMscfd yang ditargetkan akan tercapai pada tahun 2025-2027,” ujar Redhata.
Sebagai salah satu produsen utama gas di Indonesia, khususnya Jawa Timur, HCML memiliki misi untuk memberikan nilai nilai kepada stakeholders melalui program kerja yang baik dalam bisnis minyak dan gas (migas) dengan komitmen yang tinggi pada etik, Kesehatan, keamanan, dan lingkungan. Saat ini, HCML sudah mengantongi sertifikasi SNI ISO 37001:2016.
Hingga saat ini, HCML terus berupaya untuk melakukan pengembangan lapangan gas baru untuk memaksimalkan pemanfaatan gas bumi di Jawa Timur dan pendapatan pemerintah.
Untuk mengoptimasi produksi lapangan BD, Redhata menjelaskan mereka akan melakukan beberapa strategi seperti menjaga keandalan Fasilitas Produksi (FPSO, WHP, pipeline dan GMS) dengan melakukan Preventive, Corrective, dan Predictive Maintenance, menjaga performa Gas Treatment Unit (GTY) dan Fasilitas Produksi di FPSO untuk mencapai 110 MMSCFD, dan menselaraskan jadwal maintenance tahunan dengan gas buyers. (CR-4)

