SKK Migas Dorong EOR di Lapangan Tua, Produksi Meruap Jambi Dipacu Naik 50%
Poin Penting
|
JAMBI, Investortrust.id - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto meresmikan Field Trial Injeksi Chemical di Lapangan Meruap, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, sebagai langkah meningkatkan produksi migas nasional dari lapangan yang telah matang (mature) sekaligus mendukung target lifting minyak pemerintah.
Kegiatan tersebut ditargetkan meningkatkan output menjadi 280 barel minyak per hari, naik lebih dari 50% dibandingkan baseline saat ini sebesar 180 barel minyak per hari.
Peresmian tersebut menjadi bagian strategi optimalisasi produksi melalui penerapan enhanced oil recovery (EOR), yakni metode peningkatan perolehan minyak dengan teknologi lanjutan untuk memaksimalkan cadangan yang tersisa di reservoir. Program ini dijalankan oleh PT Pertamina EP, anak usaha hulu PT Pertamina (Persero), bersama mitra kerja sama pperasi (KSO) BWP Meruap.
General Manager KSO BWP Meruap Ani Surakhman menyampaikan apresiasi atas dukungan SKK Migas sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan teknis. Ia menilai kehadiran langsung Kepala SKK Migas memberi dorongan moral bagi tim di lapangan.
Baca Juga
SKK Migas dan Petrogas Mulai Proyek CEOR Walio, Dorong Peningkatan Produksi Migas Indonesia Timur
"Kepala SKK Migas hadir langsung di sini memberikan sebuah suntikan semangat bagi kami untuk dapat melakukan kegiatan dan produksi dengan semaksimal mungkin," ujar Ani dikutip Selasa (3/3/2026).
Ani menambahkan, proyek ini merupakan field trial pertama di area KSO bersama Pertamina EP. Ia berharap keberhasilan uji coba tersebut dapat menjadi model pengembangan EOR di lapangan sejenis.
Dalam sambutannya, Djoko menjelaskan Lapangan Meruap telah memasuki tahap produksi ketiga dan tergolong lapangan mature atau lapangan tua. Tantangan utama yang dihadapi adalah penurunan tekanan reservoir serta peningkatan water cut, yakni tingginya kandungan air dalam produksi minyak.
"Pelaksanaan field trial ini menjadi secercah harapan untuk implementasi injeksi chemical yang lebih komprehensif di lapangan-lapangan mature di Indonesia," kata Djoko.
Ia menegaskan proyek ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memprioritaskan optimalisasi lapangan eksisting guna menjaga keberlanjutan produksi minyak nasional. Pendekatan tersebut dinilai lebih terukur dibandingkan eksplorasi berisiko tinggi, terutama di tengah dinamika energi global dan kebutuhan menjaga ketahanan energi.
Djoko juga mengingatkan pentingnya penerapan prinsip Health, Safety, and Environment (HSE) dalam setiap tahapan kegiatan. "Keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, serta kepatuhan terhadap regulasi adalah prioritas yang tidak dapat ditawar," tegasnya.
Baca Juga
Target Tambahan Produksi
Lapangan Meruap merupakan aset Pertamina EP yang dikerjasamakan dengan BWP Meruap melalui skema KSO sejak Juli 2014. Pada tahap produksi primer, lapangan ini pernah mencatat produksi puncak sekitar 5.000 barel minyak per hari. Pada tahap sekunder, produksi mencapai sekitar 2.500 barel minyak per hari.
Melalui field trial injeksi chemical pertama di wilayah KSO tersebut, operator menargetkan peningkatan perolehan hidrokarbon hingga sekitar 16% dari total cadangan yang dapat diproduksikan secara ekonomis. Uji coba ini melibatkan 16 sumur, terdiri dari 3 sumur injeksi dan 13 sumur produksi.
Program ini juga diproyeksikan menambah cadangan sekitar 50.000 barel minyak. Dari sisi produksi, kegiatan tersebut ditargetkan meningkatkan output menjadi 280 barel minyak per hari, naik lebih dari 50% dibandingkan baseline saat ini sebesar 180 barel minyak per hari untuk tiga pattern pengembangan yang diuji.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa optimalisasi lapangan tua masih memiliki ruang pertumbuhan, selama didukung teknologi tepat guna, tata kelola yang disiplin, serta sinergi antara regulator dan operator.

