Telkom (TLKM) Siapkan Roadmap AI hingga 2028, Bidik Terwujudnya Sovereign AI Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyiapkan peta jalan pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) hingga 2028, termasuk langkah menuju terwujudnya Sovereign AI Indonesia.
Sovereign AI merujuk pada kemampuan suatu negara dalam mengembangkan teknologi AI dengan memanfaatkan infrastruktur, data, sumber daya manusia, serta jejaring bisnis secara mandiri. Melalui inisiatif ini, Telkom menargetkan pengembangan model dan infrastruktur AI sendiri guna menekan ketergantungan pada platform global sekaligus menjaga keamanan data nasional.
Executive General Manager Digital Product TLKM, Komang Budi Aryasa menyoroti isu perpindahan data lintas negara yang kian menjadi perhatian di tengah meningkatnya tensi teknologi global. Ia menilai, data pelanggan dan korporasi semestinya dapat tersimpan di pusat data dalam negeri.
“Kita berencana untuk bagaimana akan Sovereign AI Indonesia ini terwujud. Kenapa harus Sovereign AI? Mungkin banyak yang sangat paham sekarang terjadi satu global tension yang luar biasa ya, hampir semua negara itu memperebutkan data. Kita khawatir kalau kita tidak membangun Sovereign AI sendiri, data kita akan kemana-mana,” kata Komang kepada awak media di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Meski demikian, ia menegaskan model Sovereign AI Indonesia tidak akan menyerupai model yang telah dikembangkan perusahaan teknologi global seperti Facebook, Google, OpenAI, maupun Microsoft.
Baca Juga
Ternyata Ini Alasan Telkomsel (TSEL) Lebih Selektif Ekspansi 5G
“Nanti bagaimana kita Sovereign AI kita punya model sendiri,” tambahnya.
Untuk mendukung strategi tersebut, TLKM juga telah melakukan diskusi dengan Danantara Indonesia dan membuka peluang kolaborasi ke depan.
Roadmap AI
Dalam tahap awal roadmap, Telkom memprioritaskan pemanfaatan AI untuk kebutuhan internal sebelum diperluas menjadi solusi eksternal berbasis industri dan dimonetisasi.
“Telkom ini sekarang kita mulai mensolusikan AI untuk internal dulu. Sekarang kita adalah prioritasnya bagaimana membangun AI ini untuk internal agar internal kita, bisnis prosesnya lebih efisien, pegawainya lebih produktif dalam menjalankan tugas-tugasnya,” terang Komang.
Memasuki 2027, Telkom akan mulai mengembangkan model AI berbasis vertikal industri, mencakup sektor kesehatan, pendidikan, ritel, hingga manufaktur. Setiap sektor dinilai memiliki karakter data dan proses bisnis yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan model yang spesifik.
Perseroan menargetkan pembangunan large language model (LLM) yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sektor.
“Model AI untuk industri kesehatan tentu berbeda dengan pendidikan atau retail, sehingga kami harus membangun satu kapabilitas model di industri kesehatan, di industri pendidikan, kemudian di industri ritel. Jadi, di 2027 kita akan masuk ke industri-industri vertikal tersebut” ucap dia.
Selanjutnya, pada 2028, perusahaan akan memfokuskan langkah untuk merealisasikan Sovereign AI Indonesia sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengembangan teknologi nasional.

