Prabowo Minta 'Master Plan' Perlindungan Pantura Segera Disusun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit H Ashaf mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto meminta BOPPJ segera menyusun rencana induk atau master plan perlindungan kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa.
“Bapak Presiden mengarahkan kepada kami, dan diteruskan dengan pengarahan-pengarahan berikutnya, untuk segera menyusun atau persiapkan rencana induk pembangunan atau perlindungan Pantura Jawa,” kata Didit kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Didit menjelaskan, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan berbagai kementerian/lembaga (K/L) serta melibatkan kalangan akademisi dan tenaga ahli dalam penyusunan rencana induk tersebut.
Baca Juga
Pimpinan BOP Pantura Kunjungi Kementerian PU, Bahas Konstruksi GSW hingga Minta Pegawai
“Dengan itu, kami tentunya bersama tim — tidak hanya yang ada di BOPPJ, tapi kita bekerja sama dengan kementerian/lembaga yang terkait, termasuk bekerja sama dengan para rekan-rekan kita yang dari universitas, tenaga ahli-tenaga ahli,” jelas dia.
Didit, yang juga wakil menteri Kelautan dan Perikanan itu, menyebutkan bahwa para ahli yang dilibatkan berasal dari berbagai bidang, mulai lingkungan, pertanahan, kelautan hingga ekosistem pesisir guna memastikan perencanaan perlindungan Pantura dilakukan secara komprehensif.
“Mereka yang memang mengetahui tentang masalah lingkungan, masalah pertanahan, masalah kelautan, dan lain sebagainya, ekosistem tentang masalah kehidupan ini juga dilakukan kerja sama dengan mereka,” tutur Didit.
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, pihaknya akan mengawal pemutakhiran peta jalan alias roadmap proteksi Pantura Jawa yang menjadi fokus BOPPJ.
“Kami lakukan rapat-rapat yang juga fokus untuk membahas apa saja yang perlu kita siapkan pada 2025 kemarin, termasuk pada 2026. Karena ini sebuah project yang sangat besar ya. Bicara melindungi Pantura Jawa dari Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Ratusan kilometer,” kata AHY di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
Baca Juga
Abrasi dan Rob, Ancaman Nyata Ketahanan Pangan di Pantura Jawa
AHY menekankan, proyek strategis nasional (PSN) tersebut tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga berkaitan dengan masyarakat dan aktivitas ekonomi di daerah.
“Kami akan terus mengawal, membantu beliau mengawal sampai dengan bukan hanya berhenti di rencana tapi juga dieksekusi, karena ini membutuhkan anggaran yang juga sangat besar,” pungkas AHY.

