Catat Kinerja Solid 2025, Elnusa (ELSA) Siap Genjot Produksi Migas Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Elnusa Tbk (ELSA) memperkuat perannya sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina dengan menempatkan teknologi dan inovasi sebagai pengungkit utama kinerja 2026, setelah mencatat capaian operasional solid sepanjang 2025 di lini geosains, pengeboran, dan well services guna mendukung target produksi minyak nasional 1 juta barel minyak per hari.
Perusahaan jasa hulu migas yang terafiliasi dengan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) tersebut menyelaraskan strategi dengan tema korporasi 2026 “Rediscover Technology and Innovation Edge”, yang menekankan penguatan kapabilitas teknologi untuk menjaga keandalan operasi dan keberlanjutan produksi.
Direktur Utama Elnusa Litta Ariesca mengatakan, sepanjang 2025, Elnusa menyelesaikan survei seismik darat seluas 596,6 km² pada segmen geosains sebagai dukungan terhadap eksplorasi dan pengembangan lapangan. "Pada lini drilling services, modular rig Elnusa menuntaskan pengeboran 9 sumur di wilayah Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) dengan tingkat efisiensi yang terjaga," kata Litta dikutip Jumat (20/2/2026).
Baca Juga
Elnusa (ELSA) Dorong Swasembada Energi Lewat Teknologi Migas Non-Konvensional
Di segmen well services, perusahaan melaksanakan pengujian produksi pada 16.130 sumur serta mengoperasikan hydraulic workover unit pada 160 sumur. Skala operasi tersebut mencerminkan peran Elnusa dalam menjaga keberlanjutan produksi di berbagai wilayah kerja Pertamina Group.
“Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan setiap layanan mampu mendukung peningkatan produksi secara optimal. Kami tidak hanya fokus pada volume pekerjaan, tetapi keandalan operasi, efisiensi biaya, dan keselamatan kerja,” ujar Litta.
Kinerja layanan intervensi dan logging juga menunjukkan konsistensi. Sepanjang 2025, Elnusa merealisasikan cementing services pada 453 sumur, coiled tubing services pada 875 sumur, serta 1.298 pekerjaan wireline logging di sejumlah wilayah kerja. Perusahaan juga melakukan inline inspection pada 8 jalur pipa di wilayah Pertamina Hulu Mahakam (PHM) untuk memastikan integritas aset dan keselamatan operasi.
Selain volume pekerjaan, Elnusa mencatat penyelesaian proyek lebih cepat dari jadwal. Proyek Engineering Blanket di PHE Jambi Merang rampung 5 bulan lebih awal, sedangkan proyek EPC booster pump selesai 4 bulan lebih cepat dari target. Percepatan ini menunjukkan efektivitas pengelolaan proyek serta disiplin eksekusi di lapangan.
Teknologi menjadi fokus penguatan kapabilitas. Elnusa mengimplementasikan casing while drilling untuk meningkatkan efisiensi pengeboran, memanfaatkan Chronoflux Technology sebagai solusi stimulasi kimia guna mendongkrak produktivitas sumur, serta menerapkan dual velocity string untuk optimalisasi produksi minyak dan gas.
Baca Juga
Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Melonjak Hampir 2%
Menurut Litta, pengembangan teknologi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan lapangan yang semakin dinamis sekaligus mendukung strategi peningkatan produksi Pertamina Group. “Pengembangan dan pemanfaatan teknologi ini merupakan bagian dari upaya Elnusa dalam menjawab kebutuhan lapangan yang dinamis, sekaligus mendukung strategi peningkatan produksi Pertamina Group,” ungkapnya.
Melalui layanan terintegrasi mulai survei seismik, pengeboran, intervensi sumur, rekayasa teknik, inspeksi pipa, hingga peningkatan produksi, Elnusa berkontribusi terhadap target pemerintah mencapai produksi 1 juta barel minyak per hari. Target tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan ketahanan energi nasional di tengah volatilitas harga dan dinamika pasokan global.

