Torehkan Kinerja Solid di Hulu Migas, PHE Catat Produksi 1,03 Juta BOEPD pada Triwulan III
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding upstream Pertamina, mencatatkan kinerja operasi yang solid hingga triwulan III 2025 dengan menghasilkan produksi migas 1,03 juta barel setara minyak per hari, capaian yang menunjukkan stabilitas suplai energi nasional dan daya tahan portofolio hulu Pertamina. Capaian ini menunjukkan peran penting perusahaan dalam menjaga ketahanan energi Indonesia di tengah kebutuhan domestik yang terus meningkat.
Hal tersebut merujuk pada laporan kinerja PHE yang mengelola operasi eksplorasi dan produksi migas Pertamina di dalam maupun luar negeri. Produksi tersebut terdiri dari 553 ribu barel minyak per hari dan 2,83 miliar standar kaki kubik gas per hari, yang mencerminkan kombinasi strategi optimalisasi lapangan eksisting dan intensifikasi aktivitas pengeboran.
Baca Juga
ESDM Ungkap Cadangan Minyak Indonesia 4,4 Miliar Barel, Sumatra Terbesar
Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina Hermansyah Y Nasroen menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja dan mitra yang telah menjaga kinerja operasi sepanjang periode tersebut. Ia menilai capaian itu berasal dari upaya berkelanjutan tim dalam meningkatkan efisiensi dan inovasi operasi di semua wilayah kerja.
“Capaian positif ini merupakan hasil kerja keras seluruh perwira Subholding Upstream Pertamina yang terus berinovasi dan menjaga produktivitas operasi. Kami berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan produksi migas nasional serta memberikan nilai tambah bagi Pertamina dan Indonesia,” ujar Hermansyah dalam keterangannya, 17/11/2025).
Momentum pertumbuhan kinerja itu juga terlihat dari aktivitas pengeboran yang meningkat. Subholding Upstream merealisasikan 661 sumur pemboran eksploitasi, melakukan workover di 969 sumur, serta melaksanakan layanan sumur di 28.507 titik. Aktivitas survei geologi yang menjadi dasar eksplorasi masa depan pun terus berlangsung melalui survei seismik 2D sepanjang 109 kilometer dan survei seismik 3D seluas 652 kilometer persegi. Perusahaan juga menyelesaikan pemboran 15 sumur eksplorasi hingga akhir September 2025.
Hermansyah menjelaskan bahwa upaya agresif tersebut bertujuan memperkuat struktur produksi nasional di tengah tantangan penurunan alami produksi. "Aktivitas itu menjadi komponen penting untuk mempertahankan tren positif kinerja hulu sekaligus memperluas ruang penemuan cadangan baru," kata dia.
Baca Juga
Bahlil Pastikan Mandatori Biodiesel B50 Tak Ganggu Pasokan Minyak Goreng
Pertumbuhan sumber daya migas juga menjadi sorotan penting. Subholding Upstream mencatat penemuan sumber daya 2C sebesar 870 juta barel setara minyak. Temuan besar di wilayah kerja Rokan menjadi salah satu kontributor utama, ditambah potensi migas non-konvensional di area Aman Trough K7A dan K7B serta penambahan cadangan P1 yang mencapai 149 juta barel setara minyak.
“Keberhasilan penemuan sumber daya dan penambahan cadangan ini menunjukkan arah yang positif bagi keberlanjutan produksi migas Indonesia ke depan dalam mendukung tercapainya target ketahanan dan kemandirian energi nasional,” tambah Hermansyah.

