Mentan Amran Beberkan 3 Jurus Benahi Biang Kerok Produksi Pangan RI Turun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, biang kerok turunnya produksi padi di Indonesia bukan hanya masalah fenomena El Nino. Melainkan adanya permasalahan regulasi pengambilan pupuk subsidi untuk petani dengan menggunakan kartu tani.
Mentan Amran menilai, regulasi pengambilan pupuk subsidi tersebut memberatkan para petani di seluruh wilayah Indonesia, apalagi yang berada di pelosok desa. Maka, ia pun mempermudah akses petani dengan hanya menggunakan KTP untuk mendapatkan pupuk subsidi.
"Regulasi permentan kami permudah karena pengambilan pupuk bisa menggunakan KTP. Artinya aturan-aturan yang menyulitkan petani kami permudah agar produksi tidak turun," ujar Mentan Amran pada Apel Siaga Hari Besar Keagamaan Nasional Puasa dan Idulfitri, Senin, (1/4/2024).
Baca Juga
Mentan Amran Ungkap Anggaran Subsidi Pupuk Ditambah, Totalnya Capai Rp 54 Triliun
Yang kedua, kata Mentan, kepastian pemerintah dalam menyediakan pupuk subsidi telah dilakukan melalui tambahan alokasi sebesar Rp 28 triliun. Tambahan tersebut membuat kuantum pupuk dari yang 4,5 juta ton kembali bertambah hingga 9,5 juta ton.
"Pupuk yang dulu 9,5 juta ton turun jadi 4,5 juta ton. Kalau ini yang terjadi sudah pasti pertanian hancur karena pupuknya berkurang. Ironisnya ada pupuk yang wajib dipenuhi malah ditiadakan dan ini tambah hancur. Nah, sekarang kami kembalikan menjadi 9,5 juta ton sehingga petani tak perlu khawatir lagi akan ketersediaannya," terangnya.
Kemudian, Mentan Amran mengaku telah melakukan langkah cepat sebagai solusi pasti dalam mengatasi El Nino yang berdampak langsung pada turunnya produksi. Langkahnya adalah memasifkan pompanisasi dengan mengambil air sungai yang dialirkan langsung ke persawahan kering.
Baca Juga
Mentan Tegaskan Keran Impor Jagung Ditutup demi Maksimalkan Penyerapan
"Alhamdulillah pompanisasi sudah berjalan dan kita harapkan yang tadinya 1 kali tanam menjadi 3 kali dalam setahun. Jadi solusi cepat kita saat ini adalah memompa air sungai yang ada. Fokus kami di pulau jawa. Yang tanam 1 kali jadi 3 kali," tandas Amran.

