Bos Pengusaha Mamin Was-was Pelabelan Gula Tinggi Berpotensi Tekan Penjualan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menilai rencana pelabelan produk tinggi gula, garam, dan lemak (GGL) berpotensi memengaruhi penjualan industri jika diterapkan tanpa roadmap, atau peta jalan yang jelas dan disertai edukasi kepada konsumen.
Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman mengatakan, pembahasan mengenai label Gula, garam dan lemak (GGL) sebenarnya sudah berlangsung sejak lama bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, serta kementerian terkait lainnya, dan telah diatur di Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) sejak 2014.
“Kita pasti akan memenuhi ketentuan pemerintah, tetapi roadmap-nya (harus) jelas seperti itu. Jangan sampai kita nanti produksi less sugar tapi nanti konsumen gak ada yang beli. Akhirnya industri mati, itu yang paling penting," ucapnya saat ditemui di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga
PP Keamanan Pangan 2026 Masuk Peta Jalan Cukai Minuman Berpemanis
Menurut Adhi, kandungan gula, garam, dan lemak pada dasarnya tetap dibutuhkan tubuh dalam jumlah seimbang. Oleh karena itu, ia menilai, penerapan kebijakan tersebut harus mengedepankan keseimbangan antara tujuan kesehatan masyarakat dan keberlangsungan industri.
“Kalau konsumen minta minuman pakai gula, tapi saya produksi tanpa gula lalu tidak ada yang beli, bagaimana? Otomatis itu akan berpengaruh (ke penjualan),” ungkap Adhi.
Ia menegaskan, industri selama ini menyesuaikan produksi dengan permintaan pasar. Banyak produsen telah melakukan reformulasi, menurunkan kadar gula, garam, dan lemak, bahkan menghadirkan varian tanpa gula. Sejumlah produk juga telah memperoleh logo “Pilihan Lebih Sehat” dari BPOM.
Namun demikian, menurut Adhi, perilaku konsumen tetap menjadi faktor penentu. “Ada konsumen yang tetap minta manis. Ini juga perlu edukasi. Jangan sampai kita produksi less sugar tapi konsumen tidak beli, akhirnya industri yang terpukul,” tambah Adhi.

