LLV Entitas Sinar Mas Kelola Modal US$ 180 Juta, Fokus 2026 Investasi Sektor Kesehatan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital milik Sinar Mas Land, mencatat total deployment pendanaan sepanjang 2025 mencapai US$ 160–180 juta. Dana tersebut dikelola untuk mendukung investasi lintas sektor, dengan fokus utama penguatan layanan kesehatan.
Partner Living Lab Ventures, Bayu Seto menyebutkan, perusahaan masih tergolong baru sehingga nilai penyaluran merupakan akumulasi dalam beberapa tahun terakhir. “Living Lab Ventures ini masih baru ya, belum terlalu lama, jadi total deployment kita itu sekitar di US$ 160-180 juta,” kata Bayu dalam media briefing di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga
WIFI, Telkom, dan Sinarmas Lolos Seleksi Frekuensi 1,4 GHz, Pengamat: Game Changer Internet Murah
Pada 2026, LLV menegaskan sektor kesehatan tetap menjadi prioritas investasi. Mandat tersebut diberikan oleh Sinar Mas Land, termasuk optimalisasi kawasan ekonomi khusus (KEK) kesehatan sebagai basis pengembangan.
“Tahun kemarin cukup challenging, ketika kita diberikan mandat oleh Sinar Mas Land untuk investasi ke healthcare, yang paling menarik adalah bagaimana kita memanfaatkan zona KEK yang dimiliki Sinar Mas Land menjadi satu key positioning dalam pendanaan ini,” ucap Bayu.
Ke depan, lanjutnya, LLV secara agresif terus mencari perusahaan penyedia layanan kesehatan langsung (direct service) untuk menjembatani kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.
“Tahun kemarin kita ada investasi di satu good manufacturing practices (GMP) lab sama research and development (R&D), namanya Institute for Clinical Research and Strategic Exploration (Increase), sudah beroperasi sekarang. Kita juga baru masuk namanya Euromedica, melalui pendanaan kita, dan kita masih aggressively mencari perusahaan-perusahaan healthcare yang sifatnya bisa menjembatani gap service kesehatan di Indonesia, bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri,” ujar Bayu.
Selain itu, LLV akan meluncurkan proyek Clinic Suites dalam waktu dekat. Proyek ini akan menghadirkan tiga co-working clinic sebagai fasilitas bagi perusahaan medical technology (medtech) untuk menguji layanan di Indonesia.
“Nah yang paling menarik adalah karena kita juga lumayan diberikan kebebasan untuk bikin proyek yang seru-seruan nih sama Sinar Mas Land, jadi kita akan launching satu proyek bernama Clinic Suites, di situ ada tiga co-working clinic. Kita pingin datengkan banyak banget medtech yang bisa kita coba untuk praktek di situ,” tegas Bayu.
Di luar sektor kesehatan, Living Lab Ventures juga membidik sektor wellness hingga konstruksi untuk deployment pada 2026. “Ada company yang di sektor wellness, ada company di sektor construction. Ini bakal present nanti di acara 2 negara, Filipina dan Indonesia, tahun ini. Jadi kita bener-bener kerja samanya dengan global government,” tutur Bayu.
Sinar Mas Land merupakan entitas yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten. KEK ini mencatat realisasi investasi kumulatif sebesar Rp 1,19 triliun hingga kuartal IV-2025. Investasi tersebut berasal dari 14 pelaku usaha dan telah menyerap 836 tenaga kerja.
Adapun KEK ETKI Banten dikembangkan sebagai pusat pendidikan internasional, teknologi digital, dan layanan kesehatan berstandar global.
Baca Juga
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang menyatakan, KEK ETKI Banten diharapkan menjadi pusat inovasi dan pengembangan sumber daya manusia.
Secara nasional, total realisasi investasi di seluruh KEK mencapai Rp 335 triliun hingga kuartal IV-2025 dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 248.459 orang. Sepanjang 2025, peningkatan investasi mencapai Rp 82,5 triliun atau 98% dari target.
Berdasarkan kajian The Australia Indonesia Partnership for Economic Development (Prospera), wilayah KEK mampu menarik investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) 173% lebih tinggi dan menciptakan 4% lebih banyak lapangan kerja dibandingkan wilayah non-KEK sejenis.

