Defend ID Tuntaskan Proyek Strategis Rp 12,3 Triliun pada 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Holding BUMN industri pertahanan Defend ID mencatatkan penyelesaian berbagai proyek strategis sepanjang 2025 dengan total nilai kontrak multi years mencapai Rp 12,3 triliun. Proyek tersebut mencakup modernisasi sistem pertahanan, pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), dukungan maintenance, repair and overhaul (MRO), hingga penjualan ekspor bahan peledak.
Direktur Utama Defend ID Joga Dharma Setiawan mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari penguatan portofolio produk dan transformasi industri pertahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global.
“Pada 2025, Defend ID berhasil menyelesaikan berbagai proyek strategis Kementerian Pertahanan. Seluruh entitas juga melakukan kongresialisasi produk inovasi di berbagai lini untuk memperkuat portofolio unggulan yang selaras dengan perkembangan teknologi terkini,” ujar Joga dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (11/2/2026).
Dari sisi skema kerja sama, Defend ID merealisasikan sejumlah agenda strategis melalui pola business to government (B2G), business to business (B2B), dan business to consumer (B2C).
Baca Juga
DEFEND ID: Indo Defence 2024 Expo & Forum Jadi Ajang Penguatan Kerja Sama di Dalam dan Luar Negeri
Pada skema B2G, capaian utama meliputi milestone penyelesaian proyek pemerintah, kerja sama program riset dan pengembangan (R&D), realisasi pengadaan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpal angkam) dalam negeri, hingga penugasan inovasi serta pengadaan pesawat angkut nasional.
Sementara pada skema B2B, Defend ID memperluas kemitraan industri dan integrasi global value chain melalui kerja sama di sektor semikonduktor, pengelolaan bandara internasional, sistem senjata dan roket, fasilitas bahan peledak, serta pengembangan dan kolaborasi bisnis MRO pesawat terbang.
“Sedangkan pada skema B2C, realisasi distribusi becak listrik menjadi wujud kontribusi perusahaan dalam pemanfaatan produk nasional untuk mendukung fungsi sosial dan ekonomi melalui penyediaan transportasi ramah lingkungan,” sebut Joga.

