Developer Nilai Pemberian Insentif PPN DTP Sudah Tepat
JAKARTA, Investortrust.id - Chief Executive Officer (CEO) Stellar Property, M Gali Ade Nofrans menilai, langkah pemerintah memberikan insentif berupa pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah hingga harga Rp 5 miliar sudah tepat.
“Filosofi pemerintah mengeluarkan PPN DTP ini pasti untuk membantu masyarakat memiliki hunian. Dampaknya ke industri properti itu sendiri harusnya positif,” kata M Gali Ade Nofrans saat dihubungi Jumat (8/12/2023).
Kebijakan pemberian insentif itu sejatinya tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120 Tahun 2023 (PMK No. 120/2023) tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2023.
Baca Juga
Kendati demikian Nofrans menilai pemerintah juga perlu memperhatikan dan mengevaluasi momen dan teknis penerapan dari kebijakan tersebut. Dengan demikian insentif yang diberikan bisa lebih tepat sasaran.
“Pada prinsipnya apa pun yang memberikan kemudahan untuk masyarakat, terutama untuk memiliki hunian, pasti dampaknya positif. Walaupun kebijakan PPN DTP ini diarahkan untuk rumah-rumah yang bisa serah terima di pertengahan tahun depan ataupun sampai akhir tahun depan,” ujarnya.
Ketentuan untuk mendapatkan insentif ini adalah pembelian dengan penyerahan tanggal berita acara serah terima per 1 November 2023 sampai 30 Juni 2024. Di transaksi tersebut pemerintah menanggung PPN 100% untuk harga rumah sampai dengan Rp 2 miliar.
Baca Juga
Pemerintah Beri Insentif PPN DTP sampai 2024, Ini Kata Pengamat Properti
Kemudian untuk pembelian rumah hingga Rp 2 miliar pada periode 1 Juli 2024 sampai 31 Desember 2024, akan diberikan PPN DTP 50%.
Adapun untuk harga rumah hingga Rp 5 miliar, PPN yang ditanggung pemerintah hanya sampai Rp 2 miliar dengan periode 1 November 2023 hingga 31 Desember 2024.
“Jadi kalau ditanya apakah sudah tepat dikeluarkan saat ini? Sebetulnya kebijakan yang mempermudah itu anytime dikeluarin pasti momennya tepat. Apalagi sekarang industri properti dan terutama ekonomi Indonesia lagi mau bangkit. Trennya juga bagus,” sebut Nofrans. (CR-8)

