Finalisasi Perjanjian Dagang dengan AS, RI Perkuat Stabilisasi Global dan ASEAN
JAKARTA, Investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan posisi strategis Indonesia dalam percaturan ekonomi dan geopolitik global selama Indonesia Economic Summit 2026 yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Menurut Airlangga, Indonesia tidak hanya aktif dalam menyelesaikan kesepakatan perdagangan dengan negara-negara besar, tetapi juga berperan menjaga stabilitas dan pertumbuhan di kawasan ASEAN.
“Kami juga sedang dalam proses finalisasi perdagangan dengan AS. Presiden kita sangat aktif dalam geopolitik, dan tentu ini membantu ASEAN menjadi salah satu wilayah yang stabil. Sejauh ini, ASEAN berhasil menjaga perdamaian dan stabilitas, serta menjadi wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia,” ujarnya.
Airlangga menyoroti keberhasilan Indonesia menuntaskan sebagian besar perjanjian dagang seperti CEPA dengan Kanada, Uni Eropa, Eurasia lewat Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement, sekaligus menuntaskan negosiasi tarif perdagangan dengan AS.
Airlangga pun menekankan pentingnya kerja sama global yang realistis di tengah ketegangan dunia, termasuk perang di Ukraina dan Gaza. Menurutnya, dunia saat ini tidak hanya didasarkan pada ideologi ekonomi atau politik, melainkan pada realisme, di mana kekuatan menentukan tindakan.
Poin Penting
|
Filosofi ini disebutnya selaras dengan pandangan presiden tentang kekuatan menengah (middle power) Indonesia di kawasan bersama Arab Saudi, menjaga keseimbangan sebagai negara non-blok.
Indonesia, lanjut Airlangga, juga telah menjalin kerja sama strategis dengan negara tetangga seperti Australia, Jepang, Singapura. "Perdana Menteri Australia telah bertemu Presiden Prabowo pada Desember 2025 untuk membahas program investasi terbesar di Jakarta. Jepang mendukung pengembangan energi terbarukan melalui ASEC, ASEAN Zero Emission Community, dengan alokasi US$ 500 juta,"ujarnya.
Sementara itu dukungan G20 untuk Indonesia mencapai 21,4 miliar JPY, dan hingga kini sekitar 3,5 miliar yen telah dimanfaatkan, termasuk pembangkit listrik Cirebon 600 MW.
Masih menurut Airlangga, kerja sama pendidikan juga mendapat perhatian khusus pemerintah. Indonesia disebutnya telah bekerja sama dengan Russell Group dari Inggris, termasuk universitas ternama seperti Cambridge, King’s College, dan ICL, untuk membangun 10 universitas baru berbasis STEM dan Kedokteran. Inggris pun siap menandatangani CEPA dengan Indonesia, untuk memperkuat kolaborasi pendidikan dan teknologi.

