Mensesneg Jelaskan Alasan Danantara Ambil Alih Sejumlah Perusahaan yang Dicabut Izinnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melalui BUMN mengambil alih sejumlah perusahaan yang izinnya dicabut oleh Presiden Prabowo Subianto. Pras, sapaan Prasetyo Hadi mengatakan, pengambilalihan ini untuk memastikan roda perekonomian tetap berjalan.
“Kita juga harus memikirkan ketika kegiatan ekonominya itu memang diperlukan untuk kepentingan bangsa dan negara, untuk kepentingan pembukaan atau penciptaan lapangan pekerjaan ya why not untuk itu kita tetap lanjutkan,” kata Prasetyo di kantor BPI Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga
Pras mengatakan, meski diserahkan ke BUMN, perusahaan yang diambilalih tersebut perlu menjalankan ekonomi. Perusahaan itu juga harus memperbaiki tata kelola yang membuat izinnya dicabut.
“Kalau ditemukan yang berkaitan dengan masalah pelanggaran lingkungan, ya itu harus diperbaiki. Kalau ditemukan pelanggarannya itu dalam hal tata kelola misalnya kewajiban-kewajiban kepada negara dalam hal misalnya pajak, ya itu harus diperbaiki juga kan begitu,” jelas dia.
Mengenai proses pengambilalihan ini, Prasetyo mengatakan BUMN akan menanggung kewajiban perusahaan lamanya.
“Iya dong. Perusahaan yang nanti akan mengelola,” kata dia.
Baca Juga
Didesak Guyur Likuiditas ke Pasar Modal, Danantara Malah Bahas Transparansi Bursa
Meski demikian, Prasetyo menjelaskan dari 28 perusahaan yang izinnya dicabut Prabowo, tak semua akan diambilalih BUMN. Terdapat beberapa aset dari perusahaan yang dicabut izinnya yang akan dikaji kembali peruntukannya. Dicontohkan, hutan di Mentawai. Menurut Prasetyo, hutan di Mentawai yang sebelumnya dimanfaatkan oleh tiga perusahaan dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata.
"Misalnya kita semua kan tahu bahwa Mentawai sangat indah. Mungkin kita akan lebih fokus kita minta kepada Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan untuk bagaimana ekosistemnya kita dorong di situ yang lebih kita utamakan kegiatan pariwisata,” ujar dia.

