Optimistis Cuan, Asosiasi Pengelola Domain Pandi Pasang Target Penjualan Rp 82,5 Miliar di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) mencatat pertumbuhan signifikan ekosistem domain nasional sepanjang 2025. Hingga Desember 2025, jumlah domain .id terdaftar mencapai 1.431.960, melampaui target tahunan 1,35 juta domain.
“Peningkatan jumlah domain .id menunjukkan kepercayaan publik yang makin kuat. Namun yang lebih penting, bagaimana domain .id menghadirkan ruang digital yang aman, berdaulat, dan memberi manfaat nyata,” kata Ketua Pandi John Sihar Simanjuntak dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Di tahun ini, Pandi pun menargetkan 1,5 juta domain .id yang terdaftar. Menurutnya, target ini diimbangi penguatan tata kelola dan keamanan, termasuk melalui Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX) untuk menangani phishing, penipuan daring, malware, hingga konten ilegal secara terkoordinasi dan berbasis data.
Dari sisi kinerja bisnis, Pandi mencatat penjualan 2025 sebesar Rp 76,4 miliar, naik dari Rp 69 miliar pada 2024. Untuk 2026, organisasi nirlaba ini membidik target sales Rp 82,5 miliar.
Baca Juga
Dari Domain ke Kripto, Komdigi Ungkap Evolusi Judol yang Sulit Diblokir
John menilai target tersebut cukup realistis. Ia cukup percaya diri dengan potensi pertumbuhan lebih besar seiring penguatan brand .id di pasar global.
“Secara global, .id punya string yang kuat, bisa dimaknai Indonesia, identity, hingga idea. Ini menarik bagi ekosistem blockchain, kripto, dan dompet digital,” kata John.
Selain ekspansi, Pandi juga mengembangkan domain premium, yang menggunakan nama bernilai tinggi yang terkait merek, kota, dan wilayah. John menyebut telah ada lebih dari 1.000 domain premium telah dirilis sebagai sumber pendapatan baru.
Langkah lain yang disorot adalah peluncuran E.ID, dompet identitas digital berbasis blockchain serta peluncuran domain berbasis Aksara Bali, sebagai bagian dari pelestarian budaya di ruang digital. Pandi pun optimistis domain .id kian kompetitif dan relevan bagi ekonomi digital nasional.

