Pelindo: Terminal Petikemas Sorong Tembus 60 Ribu TEUs di Tahun 2025
Poin Penting
|
SORONG, Investortrust.id - Terminal Peti Kemas (TPK) Sorong menorehkan pencapaian penting dalam perjalanan operasionalnya dengan mencatat arus peti kemas kumulatif sebesar 60.992 TEUs per 31 Desember 2025. Capaian ini mencerminkan kinerja positif dan konsisten sepanjang tahun 2025, sekaligus menegaskan peran strategis Pelabuhan Sorong sebagai pintu gerbang logistik di Tanah Papua.
Sepanjang 2025, TPK Sorong menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Arus peti kemas tercatat meningkat sekitar 110% dibandingkan target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 sebesar 55.445 TEUs, serta tumbuh 112% dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai 54.422 TEUs. Pertumbuhan ini tidak terlepas dari dinamika pembangunan wilayah, khususnya pasca pemekaran Provinsi Papua Barat Daya, di mana berbagai proyek pembangunan di Kota Sorong dan sekitarnya mulai berjalan dan mendorong peningkatan aktivitas logistik.
Selain itu, peningkatan arus peti kemas juga dipengaruhi oleh bertambahnya volume peti kemas transhipment di Pelabuhan TUKS Petrose, Kabupaten Sorong. Jika sebelumnya alur pengiriman dilakukan melalui Pelabuhan Ambon menuju Petrose, kini jalur tersebut dialihkan melalui Pelabuhan Sorong sebelum diteruskan ke Petrose. Perubahan pola distribusi ini memberikan dampak langsung terhadap kenaikan arus peti kemas di TPK Sorong.
Terminal Head TPK Sorong, Welta Selfie, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari transformasi operasional yang dilakukan secara konsisten oleh manajemen Pelindo Terminal Peti Kemas. Transformasi ini mencakup penguatan aspek perencanaan dan pengendalian operasional, serta didukung oleh kerja kolektif seluruh insan Terminal Peti Kemas Sorong. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa upaya peningkatan kinerja yang dilakukan selama ini berjalan efektif dan berkelanjutan.
Baca Juga
Pelindo Layani 2 Juta Penumpang Laut Selama Nataru 2025/2026
Memasuki tahun 2026, manajemen TPK Sorong telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna jasa. Fokus pengembangan diarahkan pada perbaikan peralatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan kinerja operasional yang semakin optimal, diharapkan dapat mempercepat port stay kapal serta cargo stay barang di Pelabuhan Sorong, sehingga efisiensi logistik dapat terus ditingkatkan.
Di sisi lain, penguatan sinergi dengan para pemangku kepentingan juga menjadi perhatian utama manajemen pada 2026. Hubungan yang lebih erat dengan instansi pemerintah, regulator, serta berbagai asosiasi di Pelabuhan Sorong diharapkan dapat menciptakan ekosistem kepelabuhanan yang kondusif. Ke depan, TPK Sorong ditargetkan terus tumbuh sebagai terminal peti kemas andalan yang efisien dan berdaya saing, guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta kelancaran arus logistik di Kota Sorong.
Pencapaian kinerja ini turut mendapat apresiasi dari para pengguna jasa. Ketua DPC Asosiasi ALFI/ILFA Pelabuhan Sorong, Wawan, menyambut baik peningkatan arus peti kemas yang tumbuh 110% sepanjang 2025. Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang bagi sektor bisnis layanan angkutan logistik, khususnya bagi para Jasa Pengurusan Transportasi (JPT). Ia juga menekankan pentingnya komitmen peningkatan kualitas layanan dari TPK Sorong agar dapat menjadi prioritas utama yang dijalankan secara berkelanjutan.

