Al Qilaa Mulai Penjualan Rusun Kampung Bandan, BTN Siapkan Skema KPA
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Al Qilaa International Indonesia resmi meluncurkan penjualan perdana hunian vertikal di kawasan Kampung Bandan, Jakarta, sebagai bagian dari dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Peluncuran ini merupakan tindak lanjut dari rencana investasi pembangunan satu juta unit hunian vertikal yang sebelumnya telah diumumkan Al Qilaa Global Group asal Qatar. Pada tahap awal, perseroan menawarkan dua tipe unit dengan luas 25 meter persegi dan 36 meter persegi, masing-masing bertipe satu dan dua kamar tidur, dengan harga mulai dari Rp 360 juta.
Proses Nomor Urut Pemesanan (NUP) telah dibuka bagi masyarakat, sementara fasilitas Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) akan difasilitasi oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).
“BTN mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, investor global, dan para mitra strategis dalam pengembangan hunian vertikal Kampung Bandan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen BTN sebagai bank yang fokus pada pembiayaan perumahan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau, khususnya di kawasan perkotaan,” kata Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (17/1/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim S Djojohadikusumo menyambut baik seremoni peluncuran unit rumah susun (rusun) dari Qatar sebagai salah satu pengungkit Program 3 Juta Rumah.
“Program 3 Juta Rumah adalah salah satu komitmen utama Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Peluncuran hunian vertikal di Kampung Bandan hari ini merupakan langkah nyata menuju tercapainya visi tersebut,” ujar dia.
Sementara itu, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah menambahkan, dengan diluncurkannya dua unit perdana dari target 50.000 unit ini membuka kesempatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah pertama mereka.
“Prakarsa ini mencerminkan tekad pemerintah untuk memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau. Kolaborasi antara Al Qilaa, BTN, dan Danantara menunjukkan bagaimana investasi global dan institusi nasional dapat bergandengan tangan untuk mempercepat pencapaian Program 3 Juta Rumah,” jelas dia.
Baca Juga
CCCC dan Risjardson Land Dukung Proyek Hunian Kerjasama AlQilaa dan KAI
Di sisi lain, Chairman Al Qilaa Global Group Sheikh Abdulaziz Al Thani menegaskan, hunian vertikal ini dibangun bukan sekedar konstruksinya saja melainkan juga kesejahteraan sosial dan lingkungan bagi rakyat Indonesia.
“Peluncuran ini mencerminkan komitmen serius kami dalam mendukung penyediaan perumahan bagi masyarakat Indonesia, sejalan dengan Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo. Hunian ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan bagian dari ekosistem hunian berkelanjutan yang mendukung kehidupan komunitas,” tutur dia.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, Al Qilaa membentuk konsorsium dengan mitra lokal dan internasional, termasuk Kementerian PKP, BTN, serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Adapun kontraktor proyek ini adalah konsorsium China Communications Construction Company (CCCC) dan PT Risjadson Land, dengan Epic Property sebagai agen pemasaran.
Sekadar informasi, Al Qilaa International Group berencana membangun 50.000 unit rumah susun (rusun) di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Pembangunan tahap awal ini menjadi bagian dari komitmen Al Qilaa dalam mendukung Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto.
Kesepakatan pra-kerja sama ditandatangani Chairman Al Qilaa Global Group Abdulaziz Al Thani dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, disaksikan Ketua Satgas Perumahan Hashim S Djojohadikusumo di Kampung Bandan, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025) lalu.
Adapun proyek ini akan dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di atas lahan KAI. Nantinya, hunian vertikal dirancang dalam bentuk smart towers yang dilengkapi fasilitas pendukung seperti sekolah, taman bermain, ruang komunal, dan sistem hunian pintar.

