Bos Danantara soal Rencana Pembentukan BUMN Tekstil: Masih Lihat Opsi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, memberikan respons perihal wacana pembentukan BUMN tekstil yang disebut tengah dikaji oleh pemerintah. Tidak memberikan jawaban yang tegas, Rosan menyebut Danantara kini tengah mempertimbangkan sejumlah opsi.
Termasuk ketika ditanya soal rencana membentuk perusahaan baru atau sekadar mengucurkan modal kepada badan usaha yang telah bergerak di bidang tekstil.
"Kita masih lihat opsi-opsinya," jawabnya ditemui usai menyampaikan paparan Realisasi Investasi Triwulan IV Tahun 2025 di kantor BKPM, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Rosan menegaskan, Danantara setiap kali melakukan investasi didahului dengan feasibility study atau studi kelayakan. Ia pun menekankan, Danantara memiliki kriteria dan parameter tertentu yang harus dipenuhi sebelum menyuntikkan modal investasi.
"Termasuk juga parameter yang kita masuk itu adalah lapangan pekerjaan, seperti yang pernah saya sampaikan," ujarnya.
Baca Juga
BUMN Tekstil Segera Dibentuk, Danantara Siapkan Rp 101 Triliun
Sementara itu Danantara juga tidak menutup kemungkinan akan tetap menyuntikkan modal investasi apabila imbal hasil yang didapatkan nantinya lebih rendah dari kriteria yang ditetapkan. Namun hal itu hanya berlaku apabila proyek tersebut berhasil menciptakan lapangan pekerjaan yang besar.
"Jadi kita melihat potensi-potensi yang ada, yang selama kita yakin bahwa nanti kita bisa turnaround perusahaan itu melakukan restrukturasi secara maksimal. Seperti yang kita lakukan misalnya di perusahaan-perusahaan BUMN lainnya yang memang perlu mendapatkan penyehatan secara keseluruhan," ungkap Rosan.
Sebelumnya pemerintah berencana membentuk kembali BUMN di sektor industri tekstil. Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
Untuk membentuk BUMN tekstil tersebut, Menko Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengucurkan dana sebesar US$ 6 miliar atau sekita Rp 101 triliun (kurs Rp 16.855 per dolar Amerika Serikat) yang dialirkan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
"Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali sehingga pendanaan US$ 6 miliar nanti akan disiapkan oleh Danantara," ucap Menko Airlangga saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Dalam rapat di Hambalang tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan untuk memperkuat sejumlah industri manufaktur di dalam negeri. Beberapa sektor yang disoroti adalah industri tekstil dan produk tekstil, sepatu, garmen, hingga sektor elektronik.

