Ekonom: Pembentukan BUMN Tekstil Tak Atasi Akar Masalah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menilai pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di industri tekstil tidak menyelesaikan berbagai akar masalah yang melanda industri tekstil di dalam negeri.
"Pemerintah sebaiknya fokus membenahi permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh industri tekstil yang sudah ada sekarang. Karena itu menurut saya lebih baik dibandingkan masuk ke arena yang sebetulnya bisa swasta berperan di sana," ucap Faisal kepada investortrust.id, Kamis (15/1/2026).
Selain itu, Faisal juga menilai tidak ada korelasi atau hubungan yang kuat untuk mengatasi dan memperkuat industri tekstil nasional. Bahkan, menurutnya, apabila BUMN tekstil dibentuk, maka akan menimbulkan berbagai masalah maupun risiko yang harus diatasi.
"Dan saya tidak melihat satu korelasi yang cukup kuat dalam kaitan mengatasi permasalahan industri tekstil dengan mendirikan BUMN tekstil. Bahkan ada banyak risiko yang harus diantisipasi," ungkapnya.
Baca Juga
BUMN Tekstil Segera Dibentuk, Danantara Siapkan Rp 101 Triliun
Lebih lanjut, Faisal mengungkapkan, harusnya pemerintah justru menerbitkan kebijakan-kebijakan yang membenahi iklim investasi dan juga usaha, serta melakukan penegakan hukum terkait praktik impor tekstil ilegal yang saat ini memerlukan langkah mendesak.
"Pemerintah harus membenahi iklim investasi, iklim usaha pada berbagai macam sektor, termasuk industri tekstil, dan membenahi sampai kepada hal-hal yang kaitannya impor ilegal tekstil," terang Faisal.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengucurkan dana sebesar US$ 6 miliar atau sekita Rp 101 triliun (kurs Rp 16.855 per dolar Amerika Serikat) yang dialirkan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
"Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali sehingga pendanaan US$ 6 miliar nanti akan disiapkan oleh Danantara," ucap Menko Airlangga saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga
Mendag Sita 1.663 Koli 'Ballpress' Baju Bekas dan Kain Impor Ilegal Senilai Rp 8,3 Miliar

