Menkop Ferry Minta Retail Swasta Tak Bangun Gerai di Desa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meminta pemilik retail swasta tak membangun gerainya di perdesaan. Permintaan ini disampaikan agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dibuat pemerintah dapat berperan lebih dalam pengembangan perekonomian desa.
“Saya pernah bertemu orang yang punya retail modern (swasta), saya bilang ’setop bikin retail di desa, biarkan di desa, Koperasi Desa yang jualan retail,” kata Ferry dalam diskusi Semangat Awal Tahun yang digelar IDN, Kamis (15/1/2026).
Ferry menjelaskan secara filosofi, retail swasta memiliki perbedaan dengan gagasan yang dikembangkan KDKMP. Setiap keuntungan yang dihasilkan retail swasta akan ditarik lagi ke pemegang saham.
“Kalau retail modern (swasta) di sana, ada di desa, uang orang desa itu akan balik ke pemegang saham atau yang punya, yang rata-rata tinggal di Jakarta,” kata dia.
Menurutnya, keberadaan KDKMP yang juga bergerak di sektor retail lah yang akan menciptakan perputaran dana di desa.
“Jadi, keuntungan (dinikmati) masyarakat desa,” jelas dia.
Namun demikian Ferry mengaku tak berarti ia akan membatasi kehadiran peritel swasta. Hanya saja ia berharap retail swasta yang masuk ke desa hanya menjual barang-barang yang tidak diproduksi KDKMP.
Baca Juga
Bangunan Fisik Koperasi Desa Belum Masif Terlihat, Menkop: April, Kelihatan
Dengan kondisi demikian, Ferry menantang pemilik merek hingga pelaku UMKM di daerah untuk mengembangkan produk kebutuhan rumah tangga, semisal, sabun, sampo, deterjen, hingga sambal dan kecap. Menurutnya, kemampuan UMKM dalam memproduksi kebutuhan rumah tangga tersebut sudah ada, namun belum berkembang dengan masif.
Ferry juga berencana mengkurasi generasi milenial dan Z yang ingin memiliki koperasi produksi sendiri.
“Meskipun hanya industri kecil, nggak apa-apa, tapi dengan itu kita bisa ciptakan lapangan kerja alternatif bagi generasi Z yang jumlahnya belasan juta,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eisha Maghfiruha menjelaskan, mengutip data tahun 2024, terdapat 27,6% desa atau kelurahan yang memiliki produk unggulan. Dengan potensi demikian, dia berharap, KDKMP dapat menggali potensi desa yang ada.
“Dengan 80.000an Koperasi Desa, dapat menggali lagi potensi unggulan di desa tersebut sehingga bisa dicarikan akses pasar yang membentuk ekosistem,” kata Eisha.
Potensi yang tergali tersebut dapat mendorong kontribusi koperasi ke pertumbuhan ekonomi menuju 10-12%. Saat ini, kontribusi koperasi ke pertumbuhan ekonomi baru menyentuh 6%.
“Harapannya, ketika koperasi berjalan nanti, ada jual beli, kredit untuk masyarakat, sektor riil meningkatkan produktivitas. Itu bisa meningkatkan jumlah nilai produk yang dihasilkan sehingga berkontribusi ke PDB,” jelas dia.

