Menkop Ferry Ungkap Kendala Bangun Kopdes, Ribuan Desa Belum Dialiri Listrik dan Internet
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koperasi, Ferry Juliantono mengungkapkan sejumlah kendala saat merealisasikan pembangunan Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih (KKDMP) yang tersebar di 80.000 titik. Salah satunya, ribuan desa di Tanah Air belum dialiri listrik dan internet.
Menurut Menkop, tantangan pertama adalah masalah transformasi atau pengenalan koperasi itu sendiri. "Sekarang kami paksa untuk mentransformasi diri. Banyak anak muda sudah nggak mengetahui lagi koperasi. Jadi, kami harus rebranding," ucap Ferry pada acara “Kadin Monthly Economic Diplomacy” di Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Tantangan kedua, menurut Ferry, tidak semua desa sudah terkoneksi dengan internet dan dapat beroperasi secara digital. Kendala selanjutnya yaitu lemahnya koperasi dari aspek kelembagaan, sehingga strukturnya harus dirombak untuk memaksimalkan kinerja koperasi.
Baca Juga
Menkop Ferry Ajak Kadin Ikut Kelola Tambang Bersama Koperasi
"Banyak sekali desa yang belum ada listriknya, padahal kita sudah 80 tahun merdeka. Saya mau nyebut jumlahnya, jumlahnya ribuan desa yang belum ada listriknya, ada belasan ribu desa yang belum terkoneksi dengan jaringan internet," tutur dia.
Selain itu, kata Ferry, data yang akurat dan presisi di beberapa wilayah masih sangat minim, bahkan tidak ada. Hal tersebut berpotensi membuat koperasi tidak berjalan secara optimal.
Kendati demikian, Ferry menegaskan, pihaknya tengah mengejar ketersediaan satu data di desa-desa tersebut. "Jadi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) juga penting. Untuk Kadin, mungkin tidak atau belum memiliki basis data, khususnya di perdesaan. Makanya sering kita mendengar Bansos salah sasaran, Bantuan Langsung Tunai (BLT) salah sasaran," beber Ferry.
Baca Juga
Menteri Koperasi Dukung Izin Usaha Tambang Dikelola Koperasi Desa Merah Putih
Ferry mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memintanya membangun gudang-gudang untuk Koperasi Merah Putih guna menampung hasil panen pangan. Sayangnya, hingga kini pihaknya masih belum melengkapi alat-alat yang diperlukan untuk gudang tersebut.
"Tetapi Presiden ingin lebih dari itu, gudang-gudang ini akan dilengkapi peralatan. Kalau kebetulan masyarakat desanya memproduksi tanaman pangan, nanti gudang itu akan dilengkapi dryer (pengering)," ujar Menkop.

