Bagikan

Siap Perkuat MBG hingga Hilirisasi Nasional, Ketua Kadin Anindya: Peluang Dunia Usaha

Poin Penting

Kadin terlibat aktif dalam 1.000 dapur MBG dari total 30.000, dengan 400 hingga 500 titik di wilayah 3T.
Kadin dorong sertifikasi wajib, pembentukan Satgas Protein, dan penguatan koperasi untuk jaga pasokan pangan.
MBG menjadi pintu masuk Kadin mendukung hilirisasi, perumahan 3 juta unit, dan Koperasi Desa Merah Putih.

JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan kesiapan untuk terus berperan aktif dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga hilirisasi komoditas nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengungkapkan, keterlibatan Kadin dalam program MBG menjadi pintu masuk bagi dunia usaha untuk berkontribusi lebih luas dalam agenda pembangunan nasional.

“Kadin bangga bisa menjadi bagian MBG, bahkan karena ini pula lah Kadin banyak diminta memberi masukan kepada program-program pemerintah lain,” ujarnya, dalam sambutan pada diskusi "MBG Outlook: Masa Depan Gizi Anak Indonesia", yang digelar di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga

Program MBG Diapresiasi Presiden Brasil, Jangkau 55 Juta Penerima

Selain itu, lanjut Anindya, Kadin juga aktif mendukung program tenaga kerja migran serta program perumahan murah dengan target pembangunan 3 juta unit per tahun. Bahkan, Kadin turut diminta memberi masukan oleh pemerintah terkait pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.

“Bayangkan kalau Kadin dengan kemampuan membuat close loop system yang ada di kelapa sawit bisa dilakukan untuk hilirisasi komoditas-komoditas lain. Ini banyak sekali peran yang kami bisa lakukan dan kami sangat butuh,” katanya.

Menurut Anindya, melalui ekosistem MBG yang terintegrasi, mulai Badan Gizi Nasional (BGN), pelaku usaha, hingga kepastian offtaker, maka close loop pembiayaan dan produksi dapat terwujud secara nyata.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie memberikan sambutan pada Diskusi MBG Outlook: Masa Depan Gizi Anak Indonesia, di Jakarta, Rabu (14/1/2026). Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal

Dalam implementasi MBG, Kadin sudah berpartisipasi sebanyak 1.000 dari total 30.000 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG. Dari jumlah tersebut, sekitar 400 hingga 500 di antaranya difokuskan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). “400-500 titik ini kita mau fokus di 3T, itu bagus untuk anggota Kadin yang ada di kabupaten/kota, di daerah-daerah yang terluar tadi,” ucap Anindya.

Seiring berjalannya program MBG, ia menyatakan pentingnya penerapan sertifikasi wajib untuk menjamin mutu dan tata kelola. Sertifikasi tersebut meliputi higienis sanitasi, sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) untuk keamanan pangan, serta sertifikasi halal. “Ini akan membuat tentunya semakin bermutu dan semakin baik tata kelolanya, dan semakin jelas tanggung jawabnya juga,” ujar Anindya.

Baca Juga

Kadin Nilai Program MBG Dorong Dunia Usaha dan Ketahanan Pangan Nasional

Imas MBG, ia melihat dampak positif meningkatnya permintaan bahan pangan, yang mulai memicu kekurangan pasokan ayam, telur, tahu, tempe, sayuran, buah-buahan, hingga susu. “Dalam sisi positifnya, ini menjadi peluang dan tentu kita harus cepat menjaga inflasi nasional dan lain-lain. Namun, ini merupakan peluang buat kita semua,” kata Anindya.

Untuk mendukung agenda tersebut, Kadin telah membentuk Satgas Protein serta menggiatkan Koperasi Murah. Kadin juga bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dalam penyediaan data, survei dan verifikasi lapangan, fasilitasi pembiayaan melalui Danantara, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan koperasi, hingga koordinasi dan sosialisasi program.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024