Kadin Indonesia Dorong Pengusaha Baru dalam Rantai Pasok MBG, Anindya Bakrie: Peluang Ekonomi Sangat Besar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, tapi juga melahirkan lebih banyak pengusaha di sektor pangan.
Menurutnya, naiknya kebutuhan bahan pangan untuk mendukung program MBG membuka peluang besar bagi pelaku usaha di sepanjang rantai pasok (supply chain), mulai dari peternak, hingga pemasok bahan makanan.
“Hilirisasi yang baik adalah bukan hanya tenaga kerja baru, tapi juga pengusaha baru, pengusaha ayam petelur, pengusaha sayur-mayur, daging tentunya, sampai kepada hal-hal lain yang digunakan untuk MBG ini,” ujar Anindya, dalam Persemaian Dapur MBG Kadin Provinsi DKI Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga
Kadin akan Gelar Food Security Summit & MBGnomics, Apa Tujuannya?
Menurutnya, dengan masifnya implementasi program MBG akan mendorong terbentuknya rantai pasok pangan yang lebih luas dan terintegrasi. Oleh karena itu, Kadin Indonesia berkomitmen untuk lebih serius menangani penguatan rantai pasok tersebut pada 2026.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kadin Indonesia juga berencana menggelar forum khusus yang membahas ketahanan pangan dan penguatan rantai pasok nasional.
“Di bulan Mei dan Juni nanti mudah-mudahan, dan ini juga mudah-mudahan buat kami Kadin DKI, kami ingin mengadakan Food Security Summiti bulan Mei atau Juni, bagaimana membuat rantai pasok ini menjadi suatu closed loop. Sehingga teman-teman yang berkiprah itu mempunyai pendampingan yang baik,” kata Anindya.
Pendampingan tersebut, lanjut dia, mencakup seluruh tahapan produksi hingga penyerapan hasil. Mulai dari penyediaan bibit hingga kepastian pembeli atau offtaker.
“Baik dari bibitnya, kalau bibit ayam petelur, sampai kepada offtaker sehingga menjadi suatu similar economy yang kuat,” ucap Anindya.
Baca Juga
Anindya Bakrie Kumpulkan Pengusaha Kadin, Bahas Dampak Perang Timur Tengah
Selain itu, Kadin Indonesia juga tengah mengkaji konsep yang disebut ‘MBGNomics’, yakni melihat dampak dari program MBG dari sisi ekonomi dan dunia usaha secara lebih luas.
Anindya menambahkan bahwa penguatan ketahanan pangan menjadi semakin relevan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, termasuk konflik yang terjadi di berbagai kawasan dunia.
Sehingga, penting untuk memperkuat produksi pangan dalam negeri, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan, termasuk swasembada beras dan komoditas lainnya.
“Bisa dibayangkan kalau misalnya kita lagi melihat disrupsi luar biasa di Timur Tengah tapi kondisi pangan kita masih belum sepenuhnya kuat. Jadi upaya MBG ini selain memberikan juga kekuatan kepada anak-anak kita di masa depan, kita juga memperkuat ekonomi Indonesia dan juga pertahanan nasional,” ujar Anindya.

