Pemerintah Fokus Kembangkan E10 untuk Pangkas Impor Bensin Setelah Stop Solar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah telah menetapkan akan menghentikan impor solar setelah diterapkannya mandatori B40 dan diresmikannya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Selanjutnya, pemerintah bakal berusaha memangkas impor bensin.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah penerapan mandatori campuran etanol E10 hingga E20 pada bahan bakar bensin.
Baca Juga
Bahlil Targetkan RI Stop Impor Bensin, SPBU Swasta Bakal Beli BBM dari Pertamina
“Untuk kemandirian energi, strateginya adalah kita meningkatkan lifting, tetapi juga kita harus mampu melakukan inovasi dengan program-program nabati lainnya. Nah, ke depan kita akan bikin mandatori E10-E20,” kata Bahlil, dikutip Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, penggunaan etanol dalam campuran bensin bertujuan untuk menekan impor bahan bakar sekaligus memaksimalkan potensi sumber daya dalam negeri. Program mandatori E10–E20 ini direncanakan mulai berjalan pada 2027 atau 2028 dengan pembangunan fasilitas produksi di sejumlah wilayah.
“E10–E20 untuk etanol itu akan kita bikin mandatori, karena nanti program itu di 2027 atau 2028 akan dibangun di beberapa tempat,” jelas Bahlil.
Bahlil menambahkan, bahan baku etanol akan berasal dari komoditas pertanian, seperti jagung, singkong, dan tebu, serta beberapa komoditas nabati lainnya. Pengembangan ini tidak hanya berdampak pada ketahanan energi, tetapi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Baca Juga
Pertamina Catat Konsumsi Bensin Naik 0,7% dan LPG 3,2% Selama Libur Nataru
“Nanti kita juga akan melibatkan masyarakat, karena di situ kan selain ketahanan energi, ada penciptaan lapangan pekerjaan. Masyarakat kita suruh tanam, kemudian ada yang menjadi off-taker untuk diolah menjadi etanol,” ujar dia.
Pemerintah berharap, melalui program mandatori E10–E20, Indonesia dapat memperkuat bauran energi nasional, menekan impor bensin, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor pertanian dan energi terbarukan secara berkelanjutan.

