B40 Tetap Berlaku, Pemerintah Siapkan B50 pada Semester II 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah memastikan kebijakan mandatori biodiesel B40 tetap berjalan pada tahun ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Sementara itu, rencana peningkatan kadar biodiesel ke B50 masih dalam tahap kajian dan disiapkan untuk implementasi pada semester II 2026.
Kabar itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menyebut keputusan penerapan B50 akan sangat bergantung pada dinamika harga energi dan komoditas kelapa sawit.
“Untuk tahun ini arahan Bapak Presiden tetap B40. Untuk B50, kajian harus dilakukan terus-menerus,” ujar Airlangga di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Menurut Airlangga, penentuan kadar minimum biodiesel tidak bisa dilepaskan dari aspek keekonomian. Selisih harga BBM, bahan bakar minyak bakar, dan kelapa sawit menjadi variabel utama dalam menentukan kelanjutan kebijakan tersebut.
“Kita selalu melihat perbedaan harga antara harga BBM dengan harga kelapa sawit, deltanya berapa,” katanya. Pemerintah juga terus melanjutkan kajian teknis dan uji coba di sektor otomotif.
Politisi Partai Golkar itu menyebut kajian menuju B50 telah disiapkan untuk paruh kedua 2026. Namun, keputusan implementasi tetap akan mempertimbangkan kondisi harga dan hasil evaluasi yang berjalan.
“Kita siapkan ke semester II, tetapi saat sekarang dengan skenario harga yang ada, arahan Bapak Presiden B40, tetapi siap B50,” sambungnya.
Baca Juga
Kenaikan Pungutan Ekspor demi B50 Diprediksi Bisa Hancurkan Ekosistem Sawit
Ia mengeklaim penerapan mandatori B40 sejauh ini memberikan dampak signifikan bagi perekonomian dan lingkungan. Kebijakan tersebut disebut telah menekan emisi karbon hingga 42 juta ton dan menghemat devisa sekitar Rp 8 miliar dari pengurangan impor solar.
Airlangga menilai program biodiesel menjadi salah satu instrumen strategis dalam menjaga ketahanan dan swasembada energi nasional. Di tengah volatilitas harga energi global, pemanfaatan energi berbasis sawit dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada impor.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis penerapan B40 dan peningkatan kapasitas produksi dalam negeri akan memangkas impor solar secara signifikan pada 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahkan menargetkan penghentian impor solar sepenuhnya.
Target tersebut ditopang oleh rencana uji coba biodiesel B50 yang dijadwalkan rampung pada semester I 2026. Jika hasil evaluasi teknis dan ekonominya dinilai berhasil, pemerintah akan melanjutkan implementasi penuh B50 pada semester II 2026.

