Teten Ingin Genjot Industrialisasi Otomotif, Sumbang Rp 311 Triliun ke PDB 2023
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Teten Masduki menyebutkan, industri otomotif merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Teten memaparkan bahwa di tahun 2023 industri otomotif menyumbang Rp 311 triliun atau sekitar 19% dari PDB. Maka dari itu, Teten berkomitmen untuk menggenjot industrialisasi otomotif Indonesia.
“Pertumbuhan industri otomotif selama enam tahun dari 2018-2023 sebesar 4,1%. Angka tahun lalu dari Gaikindo menyebutkan produksi otomotif roda empat 1,9 juta unit. Sedangkan ASEAN Automotive Federation jumlah produksi sepeda motor roda dua sebanyak 5,2 juta unit,” papar Teten dalam FGD Hilirisasi Industri Melalui UKM/IKM & Koperasi, Jumat (8/3/2024).
Baca Juga
Menkop Teten: 60% UMKM Ditolak Bank Karena Tak Miliki Agunan
Menurut Teten, mengembangkan industri otomotif sekarang ini seharusnya bisa menjadi lebih mudah dengan hadirnya kendaraan listrik (EV). Ia pun menilai kemampuan UMKM industri ore Indonesia sangat baik dan mampu memasok sekitar 65% komponen kendaraan dan alat berat.
“Jadi tren industri EV juga memberi peluang bagi usaha kecil dan menengah untuk menjalin kemitraan sebagai rantai pasok bagi industri assembling kendaraan kita. Nah ini penting bagi kita untuk terus memperbesar prosentasi UMKM yang terhubung sebagai rantai pasok,” ujar Teten.
Teten menerangkan, hal ini dikarenakan sebagian besar UMKM Indonesia disconnected dengan industri, sehingga tidak ada transfer teknologi dan pengetahuan yang membuat mereka sulit berkembang.
Baca Juga
Tutup TikTok Shop, Teten Masduki: Indonesia Dipuji Negara Lain
Selain itu, Teten juga menyebut masih terdapat tantangan yang didapati para asosiasi, yakni terkait dengan menurunnya jumlah unit usaha dan sulitnya untuk naik kelas.
Pemerintah sendiri sejatinya telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 2021 tentang Penanaman Modal, yang mewajibkan industri besar bidang komponen bermitra dengan UMKM komponen.
“Ini juga saya kira kebijakan pemerintah untuk membelanjakan 40% APBN untuk produk lokal, ini juga bisa tentu dengan TKDN-nya, ini juga bisa digunakan untuk mempercepat industrialisasi di dalam negeri,” ujarnya.

