Net Sell Rp 311,39 Miliar, Asing Lepas Lima Saham Ini
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 311,39 miliar, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/1/2024), ditutup berbalik menguat 20,53 poin (0,28%) menjadi 7.247,93.
Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Astra International Tbk (ASII) Rp 122,02 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 94,54 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 64,06 miliar, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 25,59 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) mencapai Rp 22,94 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya lima saham berikut berhasil torehkan pembelian bersih (net buy), yaitu PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 58,33 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 43,80 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 38,23 miliar, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 38,14 miliar, dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) Rp 23,92 miliar.
Terkait penguatan IHSG hari ini ditopang atas kenaikan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor keuangan 1,50%, sektor infrastruktur 0,97%, sektor properti 0,35%, sektor konsumer primer 0,12%, dan sektor material dasar 0,15%.
Sebaliknya penurunan melanda saham sektor energi 1,46%, sektor industry 1,10%, sektor konsumer non primer 0,59%, sektor teknologi 0,56%, dan sektor kesehatan 0,12%.
Di tengah penguatan indeks, dua saham ini berhasil melesat hingg auto reject atas (ARA) PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) naik Rp 37 (34,26%) menjadi Rp 145 dan PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) naik Rp 125 (25%) menjadi Rp 625.
Baca Juga
Aktivitas Debt Collector Dibatasi, OJK Siap Bertemu Pelaku Usaha Jasa Keuangan
Penguatan juga melanda saham PT Maja Asgung Latexindo Tbk (SURI) naik Rp 36 (16,07%) menjadi Rp 260, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) naik Rp 24 (15,58%) menjadi Rp 178, dan PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) menguat Rp 21 (14,58%) menjadi Rp 165.
Sebaliknya lima saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA), PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS), PT NFX Indonesia Tbk (NFCX), PT Pulau Subur Tbk (PTPS), dan PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA).

