Produksi Batu Bara 2025 Turun Jadi 790 Juta Ton, DMO 32%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan produksi batu bara nasional sepanjang 2025 menembus 790 juta ton. Dari total tersebut, sebanyak 32% untuk domestic market obligation (DMO).
Secara umum, realisasi produksi batu bara itu turun 5,5% dari capaian 2024 sebesar 836 juta ton. Namun, produksi batu bara 2025 tersebut lebih tinggi dari target yang ditetapkan, yaitu sebesar 739,6 juta ton.
Baca Juga
Wow! Defisit APBN 2025 Lampaui Outlook, Tembus 2,92% dari PDB
“Total produksi batu bara kita 2025 sebesar 790 juta ton, ekspor kita 65,1%, dan untuk kebutuhan domestik 32% untuk DMO. Alhamdulillah semua tercapai,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers Kinerja Sektor ESDM di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Dalam paparannya, Bahlil memerinci dari total produksi sebesar 790 juta ton tersebut, sebanyak 254 juta ton untuk kebutuhan domestik baik itu listrik dan non-kelistrikan, 514 juta ton diekspor, dan 22 juta ton sisanya menjadi stok yang dicadangkan.
Lebih lanjut, Bahlil mengatakan bahwa kementeriannya bakal mengurangi kuota produksi batu bara untuk 2026. Dia berharap kebijakan ini dapat mendongkrak harga batu bara ke depannya.
Baca Juga
PNBP Sektor ESDM 2025 Capai Rp 243 Triliun, Bahlil Ungkap Alasan Belum Capai Target
“Sudah saya rapatkan dengan dirjen minerba kita akan melakukan revisi daripada kuota RKAB (rencana kerja anggaran biaya), jadi produksi kita akan turunkan,” sebut Bahlil.

