OCBC dan XL Axiata Hadirkan Fitur Baru di Aplikasi Sisternet, Apa Itu?
JAKARTA, investortrust.id - PT XL Axiata Tbk bersama OCBC telah meresmikan beberapa fitur baru dengan aplikasi Sisternet yakni 'Finansister'. Finansister bertujuan untuk membantu pelaku usaha wanita (womenpreneur) dalam mengatur finansial sekaligus edukasi literasi keuangan.
"Kita akan kerjasama khusus namanya Finansister dengan OCBC. Disini akan ada e-learning di mana sister-sister (pengguna Sisternet) bisa belajar tentang Finansister, ada juga pinjaman bisnis khusus untuk member Sisternet dengan bunga atau diskon seperti ini hanya ada di Sisternet," kata Group Head Corporate Communications XL Axiata, Reza Mirza di XL Axiata Tower, Jakarta Selatan, Selasa (5/3/2024).
Adapun melalui kerjasama ini, OCBC menawarkan kredit tanpa agunan (KTA) Cashbiz sampai Rp200 juta dengan bunga mulai 0,99% dan tenor hingga 3 tahun. Adapun diskon provisi sebanyak 25% dan pulsa XL/AXIS sebesar Rp400 ribu khusus dengan kode promo "OCBCXSISTERNET". Program ini berlangsung mulai 1 Maret 2024 hingga 28 Februari 2025.
Baca Juga
Tumbuh 15%, XL Axiata (EXCL) Cetak Laba Bersih Rp 1,28 Triliun di Tahun 2023
Tak hanya fitur Finansister, Sisternet juga memiliki 2 fitur unggulan lainnya, Vakansis dan Tokosister. Vakansis menyediakan informasi, peluang dan kesempatan untuk berkarier di dunia profesional yang dapat diikuti oleh member Sisternet. Lalu, Tokosister merupakan fitur yang menyediakan wadah promosi gratis bagi pelaku UMKM perempuan Indonesia.
"Vakansis langsung terhubung dengan sistem rekrutmen karyawan XL Axiata dan job aggregator di Indonesia, lalu ada juga Tokosister yang dapat memperluas brand awareness dari produk dan channel penjualan yang dimiliki untuk dapat meningkatkan produktivitas yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan usahanya," jelas Reza.
Reza juga menyampaikan, pengguna Sisternet telah mencapai lebih dari 500.000 member dengan UMKM binaan lebih dari 3.000 pelaku usaha dan lebih dari 1.000 kelas edukasi. Ia juga menerangkan, saat ini perempuan di Indonesia berkisar 43 juta pelaku usaha dan 61 juta non-pelaku usaha. Di mana perempuan non-pelaku usaha memiliki profesi antara lain 45% pekerja, 38% ibu rumah tangga, dan 17% anak muda.
Baca Juga
Dukung Usaha Mikro, OCBC Syariah Salurkan Dana Zakat Bagi Hasil
"Peluang berdasarkan minat dan akses mendapatkan keterampilan dari masing-masing segmen. Segmen business women (promosi bisnis, modal [capital], bazaar/exhibition, seminar/webinar) dan segmen non-business women (Scholarship and Business Opportunity). Tantangannya adalah tidak ada pemenuhan dari passion mereka, gagal dalam mengatasi tantangan, kegagalan finansial dan bisnis, kekhawatiran akan pencurian data yang berakibat rusaknya citra diri," pungkasnya. (CR-3)

