Pemerintah Ungkap Potensi Gas Bumi RI Baru Dimanfaatkan 69,68%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, rata-rata pemanfaatan gas bumi tercatat sebesar 5.584 Billion British Thermal Unit (BBTU), sampai dengan bulan September 2025. Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM, Hendra Gunawan mengungkap, gas yang diserap domestik sebesar 3.895 BBTU, dan ekspor sebesar 1.698 BBTU.
Sehingga, kata Hendra, pemanfaatan gas domestik mencapai sekitar 69,68%.
"Angka ini diharapkan terus meningkat untik tahun-tahun mendatang," katanya saat menyampaikan paparan pada agenda Seminar Nasional yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (Indef) di Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Hendra menjelaskan, gas bumi merupakan sumber energi alternatif yang menjadi pilihan utama dalam transisi energi karena dinilai lebih ramah lingkungan. Dan kabar baiknya, lanjut dia, Indonesia masih memiliki cadangan gas bumi yang cukup memadai.
Dia memaparkan, berdasarkan data Kementerian ESDM per 1 Januari 2025, total cadangan gas bumi mencapai 55.852 billion standard cubic feet (BSCF). Ia mengungkap jumlah tersebut terdiri dari cadangan terbukti 34.782 BSCF, cadangan mungkin 11.856 BSCF, dan cadangan harapan 9.212 BSCF.
Baca Juga
Gas Bumi Bukan Cuma Buat Masak, PGN (PGAS) Ungkap Potensi Besarnya
"Selain cadangan yang besar, gas bumi sebagai langkah transisi energi dari aspek ekonomi akan lebih menguntungkan," terangnya.
Gas Bumi Bukan Cuma untuk Masak
Pada kesempatan terpisah, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN mendorong hilirisasi gas bumi untuk meningkatkan nilai tambah energi nasional sekaligus membuka peluang tumbuhnya industri baru di dalam negeri. Langkah ini ditempuh sebagai bagian strategi memperluas pemanfaatan gas bumi yang selama ini masih didominasi sebagai bahan bakar.
Sebagai subholding gas dari PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menilai gas bumi memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi. Upaya hilirisasi ini dipandang penting untuk memperkuat struktur industri nasional dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Selama ini, umumnya gas bumi hanya digunakan sebagai bahan bakar. Padahal, gas bumi (CH4) dapat diolah lebih lanjut menjadi produk bernilai, seperti methanol, etil-glikol, formic acid, hydrogen dan lain sebagainya. Bahkan, dapat dikembangkan menjadi etilen untuk bahan baku plastik, serta ammonia yang dapat diproses lagi menjadi urea dan nitric acid,” jelas Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra dikutip dalam keterangannya, Selasa (16/12/2025).

