Pertamina Siap Jual Solar ke SPBU Swasta Sesuai Arahan Bahlil
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mengaku siap menjalankan arahan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia jika harus menjual bahan bakar minyak (BBM) termasuk solar ke SPBU swasta.
Sebelum ini, pemerintah menyatakan tak akan impor solar lagi karena kebutuhan produk tersebut sudah terpenuhi dengan beroperasinya Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Pertamina Balikpapan. Bahkan, pemerintah menyebut kalau Indonesia kini mengalami surplus solar.
Oleh karena itu, ada wacana bahwa pemerintah akan mendorong SPBU swasta di Tanah Air, seperti Shell, Vivo, hingga BP-AKR untuk membeli solar dari Pertamina. Terkait hal ini, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun memberikan penjelasan.
Baca Juga
Lapor ke Prabowo, Bahlil Sebut Indonesia Stop Impor Solar Tahun Depan
“Sampai 31 Desember (2025), kita masih berpegang terhadap arahannya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Seandainya SPBU swasta itu ingin melakukan pembelian, maka akan kita layani,” kata Roberth saat ditemui di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Kendati demikian, dia menerangkan bahwa arahan tersebut hanya berlaku hingga akhir tahun ini. Sedangkan, untuk 2026 mendatang belum ada arahan khusus.
“Untuk 2026 itu pasti balik lagi, kita kan menunggu arahan dari pemerintah ya. Apakah kemudian kebijakannya pemerintah seperti apa. Kita harus lihat kebijakan dari pemerintah dulu,” ujar Roberth.
Lebih lanjut Roberth menyampaikan bahwa posisi PPN dengan SPBU swasta masih sama-sama badan usaha dan bukan penentu kebijakan. Potensi SPBU swasta bisa membeli solar ke Pertamina itu bergantung pada kebijakan regulator.
Baca Juga
Konsumsi Bensin Diprediksi Naik 3,2% Selama Nataru, Pertamina Siagakan 1.866 SPBU
“Pertamina Patra Niaga dengan SPBU swasta itu levelnya sama. Sama-sama badan usaha, sama-sama operator. Nah regulatornya itu ada di pemerintah. Jadi pada saat pemerintah mengeluarkan kebijakan, apa pun itu terutama terkait Pertamina, pasti Pertamina akan mengikuti kebijakannya dari regulator,” tegas Roberth.

