Pemerintah Siapkan Tiga Insentif untuk Percepat Hilirisasi Batu Bara
JAKARTA, investortrust.id -- Guna mendukung hilirisasi batubara, pemerintah menyediakan tiga insentif bagi perusahaan yang berkomitmen untuk melakukan hilirisasi batubara.
Insentif pertama adalah pengurangan tarif royalti batubara khusus untuk gasifikasi batubara hingga 0%. Kemudian, pengaturan harga batubara khusus untuk meningkatkan nilai tambah (gasifikasi) yang dilaksanakan di mulut tambang.
"Insentif ketiga ialah masa berlaku Izin Usaha Pertambangan batubara yang dikhususkan pada batubara untuk gasifikasi diberikan sesuai dengan umur ekonomis industri gasifikasi batubara," kata Plt. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Suswantono seperti dikutip dari keterangan tertulis Kementerian ESDM, Kamis (28/09/2023).
Produksi batubara Indonesia pada 2022 mencapai 687 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 215 juta ton digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, salah satunya adalah sebagai pasokan untuk kebutuhan PLTU batubara, sedangkan sebagian dipasarkan ke luar negeri.
Baca Juga
Meskipun produksi batubara mengalami peningkatan, Bambang Suswantono mengungkapkan bahwa sesuai skenario Peta jalan menuju Net Zero Emission (NZE), produksi batubara akan mengalami penurunan pada 2030.
"Penurunan produksi batubara dikarenakan penurunan angka ekspor batubara, maupun kebutuhan batubara sebagai bahan baku pembangkit listrik, seiring meningkatnya bahan baku dari Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi sumber pembangkit listrik," jelas Bambang.
Oleh karena itu, Bambang menyebut salah satu strategi dalam pemanfaatan batubara adalah dengan hilirisasi batubara, sejalan dengan program Presiden RI Joko Widodo dalam hilirisasi industri untuk mencapai Indonesia emas pada tahun 2045, sehingga akan memberikan nilai tambah terhadap produk-produk yang dihasilkan.
Baca Juga
Produksi Batu Bara Naik, Ultima Nitra (UNIQ) Kejar Pertumbuhan 26%
Batubara dapat diolah menjadi produk turunan, baik sebagai bahan baku industri maupun sumber energi seperti dimethyl ether (DME), methanol, synthetic gas, hidrogen dan amonia. Saat ini, beberapa industri hilir batubara telah selesai dibangun, yaitu briket batubara, pembuatan kokas, dan upgrading batubara.

