Pemerintah Dorong Hilirisasi Batu Bara, Ini Tujuannya
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan, pemerintah bakal mendorong hilirisasi batu bara seiring dengan hilirisasi mineral. Langkah itu ditujukan untuk mengurangi impor LNG yang terus meningkat.
Menurut Bahlil, hilirisasi batu bara akan diarahkan ke gasifikasi untuk menghasilkan dimethyl ether (DME) karena penggunaan DME bakal mampu mengurangi impor LPG.
“Hilirisasi batu bara kan dulu pernah kita dorong untuk DME, untuk substitusi LPG. Sekarang mau kami dorong lagi,” ujar Bahlil di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (13/1/2025).
Baca Juga
Bukan Hanya Mineral, MIND ID Juga Genjot Hilirisasi Batu Bara
Berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi LPG dalam negeri mencapai 8 juta ton per tahun. Namun, industri dalam negeri hanya mampu memproduksi LPG sekitar 1,6-1,8 juta ton per tahun, sehingga sekitar 6 juta ton sisanya harus diimpor.
“Ke depan, kami akan mendorong batu bara sebagai bagian dari bahan baku untuk hilirisasi. Ini penting karena impor LPG dalam setahun sekitar 6 juta ton. Padahal, cadangan batu bara kita masih besar,” tutur mantan Menteri Investasi tersebut.
Bahlil menjelaskan, hilirisasi batu bara merupakan syarat wajib bagi para pemegang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang sebelumnya berstatus sebagai pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B).
Baca Juga
Pemerintah, kata Menteri ESDM, membebaskan para pemegang IUPK eks PKP2B menentukan sendiri hilirisasi batu bara. Sejauh ini sudah ada beberapa perusahaan yang berminat mengembangkan hilirisasi komoditas tersebut.
“Tidak hanya DME, sudah ada yang mengajukan untuk membangun pengolahan metanol dan gasifikasi,” ucap Bahlil.

