Total Investasi PT PII Mencapai Rp 112 Triliun hingga Oktober 2025
Poin Penting
|
KARAWANG, investortrust.id - PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) (Persero) telah melakukan penjaminan sebesar Rp 112 triliun untuk 55 proyek yang bergulir. Angka ini naik Rp 12 triliun dibandingkan penjaminan 2024 yang total Rp 100 triliun untuk 53 proyek.
“Dari total jumlah penjaminan tersebut yang kami siapkan dengan nilai penjaminan lebih dari Rp 110 triliun itu alhamdulillah bisa mengajak pihak swasta untuk berinvestasi,” kata Plt Direktur Utama PT PII, Andre Permana, saat menghadiri program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) (Persero), di Desa Curug, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/12/2025).
Total investasi yang sudah bergulir sejak PII berdiri pada 2009 hingga Oktober 2025, total investasi yang sudah ditarik mencapai Rp 573 triliun. Dari total investasi tersebut, sebanyak Rp 323 triliun bersifat Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“Jadi kalau yang kami dukung ini sifatnya relatif, yang non APBN, yang sifatnya pembiayaan kreatif, yang tidak harus selalu mengandalkan anggaran pemerintah,” kata dia.
Baca Juga
PT PII Kembangkan Demplot Padi Bernutrisi Cegah Stunting di Karawang
Dari paparannya, dari total 55 proyek yang sudah bergulir, 37 proyek yang telah dijamin bersifat KPBU.
“Jadi proyek-proyek ini dibangun dengan anggarannya pihak swasta,” kata dia.
Andre mengatakan berupaya akan terus mengungkit dari nilai alokasi anggaran yang sudah ditetapkan pemerintah. Salah satunya, anggaran ketahanan pangan.
Alokasi anggaran ketahanan pangan pada 2025 mencapai Rp 144,6 triliun. Anggaran ini tersebar di empat komponen belanja yaitu belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp 59,4 triliun, belanja non K/L sebesar Rp 63 triliun, transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 22,2 triliun, dan pembiayaan investasi sebesar Rp 45,3 miliar. Anggaran ini digunakan untuk distribusi dan cadangan pangan, produksi, dan konsumsi.
“Jadi ini yang kita coba untuk selalu sinkron dan selalu mengambil panduan pada visi-misi Presiden sesuai dengan arah pembangunan, prioritas nasional. Harapannya bisa meningkatkan investasi dari pihak swasta baik dalam negeri melalui skema pembiayaan kreatif,” kata dia.

