Dompet Dhuafa Ungkap Produk IKON Subang Dilirik Perusahaan Italia
Poin Penting
|
SUBANG, investortrust.id — Dompet Dhuafa mengungkapkan, produk Industri Komunal Olahan Nanas (IKON) Subang kini mendapat minat dari calon pembeli internasional, yakni perusahaan Italia.
Ketua Dewan Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini mengatakan, pasar utama produk olahan nanas saat ini masih berasal dari pabrik-pabrik dalam negeri, tetapi peluang ekspor mulai terbuka melalui penjajakan dengan perusahaan luar negeri.
“Kalau sekarang ini pasar utama kita itu masih pabrik-pabrik dari dalam negeri. Kita juga mulai merintis pemasaran ke luar negeri, kita mulai membangun kontak. Salah satu yang sekarang lagi pembicaraan yang sudah mulai intens tuh ya dengan buyer di Italia,” kata Ahmad seusai peresmian IKON di Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Subang, Rabu (26/11/2025).
Baca Juga
DMC Dompet Dhuafa Sisir Korban Longsor Cilacap, 11 Orang Ditemukan
Meski demikian, Ahmad belum bisa merincikan siapa perusahaan yang dimaksud. Namun, dia berharap proses negosiasi dapat mencapai kesepakatan sehingga produk IKON Subang dapat resmi dipasarkan ke luar negeri. “Ya mudah-mudahan deal ya nantinya, sehingga kita bisa bukan hanya memasarkan di dalam negeri tapi bisa mulai masuk ke pasar ekspor begitu,” tutur Ahmad.
Dompet Dhuafa resmi mengoperasikan Industri Komunal Olahan Nanas (IKON) di Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Subang, Jawa Barat. Pabrik pengolahan berbasis pemberdayaan masyarakat tersebut dibangun dengan nilai investasi lebih dari Rp 15 miliar hingga siap berproduksi, di luar biaya lahan.
Ahmad Juwaini menyampaikan, pendirian IKON merupakan kelanjutan program pemberdayaan petani nanas di Cirangkong yang telah berjalan sejak 2013.
Source: investortrust
“Program pendampingan petani nanas yang kemudian dilanjutkan dengan pendirian Industri Komunal Olahan Nanas ini telah memberikan manfaat ke masyarakat Cirangkong,” kata Ahmad dalam sambutannya di acara peresmian IKON di Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Subang, Jawa Barat, Rabu (26/11/2025).
IKON berdiri di lahan seluas 2.000 meter persegi (m2) dengan luas bangunan 1.000 m2. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 10 ton nanas segar per hari, menghasilkan 2,5 – 3 ton selai atau puree serta 1 – 2 ton konsentrat setiap harinya. Produk olahan dipasarkan ke industri lanjutan sebagai bahan baku pangan berbasis nanas.
Baca Juga
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Ribuan Penyintas Bencana dari Semeru hingga Banjarnegara
Adapun skema kepemilikan IKON dilakukan secara komunal melalui koperasi masyarakat. Dompet Dhuafa menyerahkan saham senilai Rp 2,947 miliar kepada Koperasi Produsen Barokah Agro Lestari.
Indonesia pertama kali mengekspor buah nanas ke Italia pada 2017 silam. Ekspor tersebut dilakukan oleh PT Great Giant Food (GGF), bekerja sama dengan importir Italia, SAMA SpA. Adapun buah nanas yang diekspor sebanyak 20 peti kemas dengan nilai sebesar US$ 10.000.

