Pertamina Pilih 30 UMKM Terbaik untuk Tahap Lanjutan dari 100 Peserta
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina (Persero) menyeleksi kembali 30 UMKM terbaik yang berhak melanjutkan tahap bootcamp dan mentoring dalam program Pertapreneur Aggregator 2025. Proses ini dilakukan setelah 100 peserta menjalani rangkaian seleksi yang dipadatkan melalui sesi Deep Dive Interview pada secara online. Tahap tersebut menjadi penentu utama sebelum peserta masuk ke pendampingan lanjutan.
Pada proses wawancara tersebut, Pertamina menggali kemampuan usaha peserta, termasuk kekuatan bisnis, rekam jejak penjualan, strategi pengembangan usaha, serta kesiapan membangun kolaborasi agregatif. Tahap penilaian mencakup tujuh aspek inti yang menjadi indikator ketahanan dan potensi bisnis, mulai kesiapan kolaborasi, kepemimpinan, omzet dan keuangan, strategi pengembangan usaha, produk unggulan, target pasar, hingga model bisnis.
Baca Juga
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan bahwa tahapan seleksi tersebut menjadi upaya memastikan UMKM yang terpilih memiliki fondasi usaha kuat. “Melalui program ini, kami memastikan UMKM yang terpilih memiliki fondasi bisnis yang kuat dan potensi untuk berkembang lebih besar,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (22/11/2025).
Baron menjelaskan bahwa program Pertapreneur Aggregator 2025 sejalan dengan Asta Cita poin ke-3 Pemerintahan Prabowo–Gibran. Dalam agenda tersebut, pemerintah menekankan pentingnya dukungan terhadap UMKM sebagai pendorong nilai tambah produk nasional dan perluasan lapangan kerja. Pertamina memperkuat kontribusinya melalui pembinaan terstruktur sehingga UMKM mampu memperbesar daya saing. “Kami berharap UMKM memiliki akses kolaborasi yang lebih luas dalam rantai pasok nasional maupun global,” tambah Baron.
Program Pertapreneur Aggregator merupakan tahap lanjutan bagi UMKM yang sebelumnya telah berpengalaman berkolaborasi dengan pelaku usaha lain. Setiap peserta akan mendapatkan pendampingan langsung dari mentor berpengalaman untuk membantu pengelolaan usaha agar lebih profesional dan berdampak lebih luas bagi UMKM serta komunitas di sekitarnya.
Baron menekankan bahwa peran Pertamina dalam pemberdayaan UMKM tidak hanya terbatas pada akses pembinaan, tetapi sebagai pendorong daya saing bangsa. "Pertamina terus memperkuat peran strategis dalam pengembangan UMKM, karena UMKM memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi. UMKM bukan hanya penggerak ekonomi lokal, tetapi juga pilar penting untuk membangun daya saing bangsa secara global," jelasnya.
Baca Juga
Menteri UMKM: Realisasi KUR UMKM 2025 Mencapai 83% dari Target
Sebanyak 30 semifinalis selanjutnya akan menjalani bootcamp dan mentoring intensif selama 1 minggu sebagai persiapan menuju sesi final pitching. Pada tahap penjurian terakhir, Pertamina akan memilih 10 UMKM terbaik yang dinilai paling siap berkembang sebagai pemenang Pertapreneur Aggregator 2025.
Pertamina memastikan dukungan terhadap UMKM akan terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas produksi, standarisasi kualitas, dan perluasan akses distribusi. Dukungan ini diharapkan mampu membawa UMKM Indonesia bersaing di pasar nasional hingga global dengan standar usaha yang lebih berkelanjutan.

