Rasio Elektrifikasi Papua Barat Masih 89%, Pemerintah Tambah Sambungan Gratis
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pemerintah mempercepat pemerataan akses listrik di Fakfak, Papua Barat, setelah 100 keluarga prasejahtera di wilayah tersebut resmi menikmati sambungan listrik gratis melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Program ini menjadi salah satu upaya utama pemerintah dalam membuka akses energi bagi masyarakat di kawasan yang elektrifikasinya tertinggal.
Pada tingkat nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) mencatat bahwa hingga September 2025 terdapat 135.482 keluarga prasejahtera yang telah ditetapkan sebagai calon penerima BPBL dan siap sambung dari rencana 215.000 rumah tangga tahun ini. Di Papua Barat, pemerintah menargetkan penyaluran BPBL kepada 4.550 rumah tangga kurang mampu sepanjang 2025.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa percepatan elektrifikasi menjadi prioritas pemerintah untuk memastikan keadilan energi. Ia mencatat masih rendahnya rasio elektrifikasi di Papua Barat dibandingkan rata-rata nasional.
“Rasio elektrifikasi di Indonesia itu 99%. Sementara di wilayah Papua Barat rasio elektrifikasi itu baru 89%. Jadi kita memang masih membutuhkan banyak hal. Di Fakfak ini termasuk ada hampir sekitar 500 rumah yang akan kita pasang (penyambungan listrik) gratis, tidak pakai bayar. Target kami, tahun 2027, seluruh kampung di Fakfak harus terang,” tegas Bahlil dalam keterangannya pada Selasa (18/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa bantuan sambungan listrik bagi keluarga prasejahtera merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin akses energi yang setara. Menurutnya, masih banyak warga yang sebenarnya tinggal di dekat jaringan listrik namun tidak mampu membayar biaya penyambungan.
Baca Juga
Dirut PLN IP: ADB Berkomitmen Biayai Proyek Hijaunesia, Targetkan 300 MW
"Ada saudara-saudara kita yang memang sudah ada jaringan listrik tapi tidak bisa pasang sambung ke rumah karena tidak mampu. Pemerintah hadir mengatasi itu. Saya tidak mau lagi apa yang pernah kita rasakan, saya rasakan dulu sekolah tidak ada listrik itu terjadi pada generasi mendatang,” ujar Bahlil.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan komitmen penuh perusahaan dalam menyukseskan program BPBL sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM.
"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, kami siap all out menyukseskan program BPBL. Bagi kami, listrik merupakan fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan. PLN akan memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, dapat menikmati listrik," jelas Darmawan.
Selain menyalurkan BPBL, PLN memperkuat layanan kelistrikan di Fakfak melalui peresmian Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan atau UP3 Fakfak. Unit baru ini sebelumnya berstatus unit layanan pelanggan (ULP) dan diharapkan mampu menjawab tingginya kebutuhan energi masyarakat yang terus meningkat. Peresmian dilakukan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-125 Kabupaten Fakfak.
"Hadirnya UP3 Fakfak yang sebelumnya berstatus ULP menjadi langkah kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan kelistrikan kepada pelanggan di wilayah Fakfak yang kini semakin bertumbuh," pungkas Darmawan.
Program BPBL di Fakfak merupakan bagian dari inisiatif strategis pemerintah bertajuk “Merdeka dari Kegelapan” yang diarahkan untuk memperluas akses energi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Pemerintah menilai pemerataan listrik menjadi prasyarat penting dalam membuka peluang sosial dan ekonomi bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Baca Juga
Kamal Retraubun, 52 tahun, salah satu penerima manfaat BPBL, menyampaikan rasa syukur setelah rumahnya resmi teraliri listrik. Sebelumnya ia dan keluarga bergantung pada sambungan dari rumah mertua.
"Alhamdulillah, bersyukur karena ada yang bisa bantu kami untuk punya meteran sendiri. Kami sangat senang. Sebelumnya saya pakai listrik dari rumah mertua. Kalau token habis, semua mengumpulkan uang untuk beli token listrik. Sekarang karena sudah ada listrik, bisa kami pakai kerja, anak-anak belajar, dan lancar semua aktivitas,” ujar Kamal.
Kebahagiaan serupa dirasakan Arobi Namudat, 66 tahun, warga Desa Fakfak Selatan. Ia mengaku bantuan tersebut mengubah kondisi hidup keluarganya yang sebelumnya harus menyambung listrik dari tetangga. "Sekarang bisa kasih nyala lampu. Terima kasih banyak, Bapak Presiden, Bapak Menteri, dan PLN yang sudah bantu saya," ungkapnya.

