Percepat Industri Hijau, Kemenperin Rayu Menkeu Purbaya Beri Insentif Fiskal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyinggung pentingnya insentif fiskal bagi sektor manufaktur, khususnya industri hijau. Ia mengungkapkan, usulan pemberian insentif telah disambut baik oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
"Kami dari Kementerian Perindustrian sangat berharap besar pada Menteri Keuangan yang baru ini dapat lebih ramah berhadap usul-usulan untuk insentif bagi industri," ucapnya pada Rakornas Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi dan Lingkungan Hidup Kadin Indonesia 2025, Jakarta, Senin (17/11/2025).
Menurut Wamenperin Faisol, Menkeu Purbaya memahami bahwa sektor manufaktur adalah fondasi utama perekonomian nasional. Maka dari itu, kebijakan-kebijakan yang mendorong kinerja industri diyakini akan membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin melambung.
"Dengan adanya industri, maka pertumbuhan ekonomi bisa ditarik lebih tinggi. Oleh karena itu, ini kesempatan bagi kami, ini peluang, ini kesempatan untuk memanfaatkan sebesar-besarnya, mengusulkan berbagai insentif fiskal bagi industri," ungkapnya.
Kemenperin sendiri telah memiliki peta jalan atau roadmap dekarbonisasi industri yang mencakup integrasi teknologi rendah karbon dan pencapaian dekarbonisasi secara struktural yang dapat digunakan sektor industri dalam melakukan berbagai rupaya dekarbonisasi.
Peta jalan tersebut telah mencakup 9 subsektor, yaitu semen, pupuk, pulp dan kertas, logam, kimia, tekstil, keramik, dan kaca, makanan dan minuman, serta alat transportasi. Peta jalan ini menempatkan inovasi yang di dalamnya adalah karbon capture, penyimpanan, dan pemanfaatan karbon sebagai landasan transformasi industri hijau.
"Ada 9 subsektor yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian untuk menjadi subsektor di bidang industri hijau, dan tentu 9 subsektor ini akan mengusulkan untuk menerima tambahan insentif fiskal yang lebih besar lagi," ungkap Faisol Riza.

