Pemerintah Siapkan Skema Rusun Subsidi di 5 Kota, Mulai Pembangunan Awal 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menargetkan pembangunan rumah susun (rusun) bersubsidi di lima kota dilakukan pada awal tahun depan.
“Saya berharap kalau bisa lebih cepat, groundbreaking-nya awal tahun depan,” kata Ara, di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (17/11/2025).
Baca Juga
BP Tapera Gandeng Pakar Jerman Bahas Skema Tabungan Rumah Rakyat
Maruarar menjelaskan hunian vertikal dibuat karena tingginya harga tanah di perkotaan. Rusun dibuat agar warga yang tinggal di kota dan dekat lokasi kerjanya. “Kalau dia (rumah) tapak susah karena berat, karena dia tidak mau jauh-jauh dari tempat kerjanya,” kata dia.
Ara menjelaskan pemerintah terus mengembangkan program rusun subsidi yang dilakukan dengan berkolaborasi swasta atau dengan dana pemerintah. Dia juga sedang menggodok aturan teknis kepemilikan rusun subsidi hingga desainnya. “Jadi tentu berbagai jurus kita gunakan di tengah keterbatasan anggaran,” ujar dia.
Setelah persiapan selesai, Ara akan mempresentasikan hasil kajiannya ke Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar mendapat kepastian hukum. “Karena kita kan memanfaatkan aset negara. Jadi termasuk juga yang dari Kementerian Keuangan,” kata dia.
Baca Juga
Gubernur Sherly Minta Menteri Ara Renovasi 50.000 Rumah Tak Layak Huni di Maluku Utara
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati menambahkan lima kota yang akan dibangun rusun subsidi tersebut, di antaranya Jakarta, Makassar, Medan, Surabaya, dan Manado. Dari lima kota tersebut, Jakarta dan Surabaya menjadi kota yang paling siap. “Jadi kita sedang membuat skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) di perkotaan melalui vertical housing,” ujar Haryati.

