Setara Institute: Modal Sosial Jadi Fondasi Utama Pembangunan Kota
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Setara Institute menegaskan, penguatan modal sosial merupakan fondasi utama untuk mendorong keberhasilan pembangunan perkotaan. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Setara Institute, Halili Hasan dalam Konferensi Kota Toleran (KKT) di Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu (16/11/2025).
“Kami setuju apa yang disampaikan oleh bu wali kota (wali kota Singkawang, Tjhai Chui Mie) tadi malam, toleransi itu bukan sekadar platform, bukan hanya jargon, tetapi bagian dari elemen dasar pembangunan,” kata Halili, dikutip melalui tayangan kanal Youtube Setara Institute, Minggu (16/11/2025).
Baca Juga
Pemerintah Percepat Kajian Skema Rumah Subsidi Vertikal untuk Tekan 'Backlog' di Perkotaan
Halili menyampaikan, sejarah dunia menunjukkan banyak perkotaan yang gagal membangun karena tidak memperkuat modal sosial masyarakatnya. “Sejarah dunia menjelaskan kepada kita kegagalan sebuah bangsa itu membangun karena kegagalan menguatkan modal sosialnya,” ucapnya.
Ia menyoroti adanya kota yang sampai “hilang dari peta dunia” akibat tidak mampu mengelola modal sosial. Halili mencontohkan negara di Afrika yang memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA), tetapi tidak mampu mengubahnya menjadi modal ekonomi dan peningkatan kualitas manusia.
“Begitu banyak Tuhan kasih modal alamnya atau natural capital, tapi natural capital itu tidak kemudian bisa menjadi economic capital dan tidak bisa meningkatkan human capital, karena mereka tidak bisa mengelola modal sosial pembangunan mereka,” jelas Halili.
Menurutnya, masyarakat dengan modal sosial rendah cenderung terjebak dalam pola berpikir bertahan hidup saja. “Yang mereka pikirkan hanya dua hal saja. Satu, bagaimana survive ketika terjadi konflik atau serangan. Yang kedua, bagaimana mereka melakukan serangan balik ketika situasi dimungkinkan,” tandasnya.
Halili turut menekankan, tanpa modal sosial yang kuat, pembangunan manusia dan ekonomi akan terhambat. “Toleransi bukan semerta-merta soal sasanti, bukan semerta-merta soal jargon, bukan semerta-merta soal semboyan, tapi ini soal penguatan modal sosial pembangunan negara kita,” tutupnya.

