Ketum Kadin Anindya Bakrie Dorong Investasi dan Perdagangan di ASEAN BAC 2025
Poin Penting
|
KUALA LUMPUR, Investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menghadiri pertemuan ASEAN Business Advisory Council (ASEAN BAC) Indonesia yang digelar di Malaysia. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai perdagangan dan investasi antar negara, serta kawasan, dengan tujuan meningkatkan volume dan kualitas kerja sama ekonomi.
Dikutip dari akun Instagram pribadinya pada Senin (27/10/2025), Anindya menyampaikan bahwa akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu (25/10/2025), ia bersama anggota ASEAN BAC Indonesia menghadiri ASEAN Business and Investment Summit 2025 (ABIS) di Kuala Lumpur. Sejak hari pertama, Anindya menghadiri berbagai pertemuan penting, baik yang terkait langsung dengan ABIS maupun pertemuan bilateral dengan counterpart dari negara lain, termasuk Kadin dari Inggris, Australia, hingga Kanada. Diskusi-diskusi tersebut berfokus pada upaya memperluas perdagangan dan investasi antarnegara serta di kawasan ASEAN.
Salah satu momen yang berkesan bagi Anindya adalah saat menjadi moderator dalam bincang-bincang atau Fireside Chat dengan Presiden Brazil, Luiz Inácio Lula da Silva. “Dengan Presiden Lula yang baru saja bertemu di Jakarta, kami bicara mengenai kolaborasi selatan-selatan, seperti dulu konferensi Asia-Afrika di Bandung. Kami juga membicarakan soal sustainability, industri hijau, sampai inovasi digital di era AI. Juga upaya menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Pembangunan yang tidak hanya melibatkan perusahaan besar tapi juga pengusaha kecil atau UMKM,” ujarnya.
Baca Juga
Indonesia as a Middle-Power Connector: Anindya Bakrie’s Global Business Diplomacy
Selain diplomasi ekonomi dengan para pemimpin negara, Anindya juga mengadakan pertemuan dengan tokoh dan perusahaan bisnis untuk memperkuat konektivitas dan peluang kerja sama. Ia menekankan bahwa kehadiran ASEAN BAC menjadi bagian dari upaya dunia usaha mendukung kegiatan G to G pemerintah di KTT ASEAN, sekaligus bergerak sejajar dengan dunia usaha dari negara anggota lainnya. ABIS 2025 yang diselenggarakan ASEAN BAC Malaysia dinilai sukses dan kelak kepemimpinan diserahkan kepada ASEAN BAC Filipina.
Setelah ABIS, Anindya bersama tim melanjutkan kegiatan dengan ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) 2025, kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri RI dan Kadin Indonesia, yang kini telah terselenggara untuk ketiga kalinya. Forum ini menghadirkan pemimpin negara ASEAN dan Indo-Pacific beserta dunia usahanya, termasuk Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang mewakili Presiden Prabowo Subianto, serta Chair ASEAN BAC 2025 Tan Sri Nazir Razak.
AIPF menjadi sarana untuk mendorong kerja sama yang saling menguntungkan, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, serta menekankan prinsip inklusivitas dan keberlanjutan di sektor energi, kesehatan, hingga ekonomi digital. Dalam forum ini juga ditandatangani MoU antara Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan Kadin Indonesia. Anindya berharap AIPF dapat menjadi gerakan bersama untuk membangun kawasan Indo-Pacific yang terbuka, damai, dan sejahtera.
Di akhir kegiatan, Anindya turut mendampingi Presiden Prabowo meninggalkan Malaysia dan menyampaikan update terkait rangkaian kegiatan. Ia juga menyatakan kesiapan untuk mendampingi Presiden di KTT APEC sebagai Ketua APEC Business Advisory Council (ABAC) Indonesia.
Anindya menutup pernyataannya dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

