Kemendag dan BP2MI Kerja Sama, Pekerja Migran Mau Disulap Jadi Juragan dan Eksportir
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan tersebut dilakukan untuk memperkuat eskpor jasa dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia (PMI).
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan, kerja sama ini nantinya akan berfokus pada dua hal utama, yakni di antaranya perlindungan PMI yang berkualitas dan peningkatan keterampilan melalui vokasi agar mampu bersaing di pasar global.
"Jadi kalau manusia nggak boleh bilang komoditas ya. Jadi dia ekspor kekaitan dengan sumber dari manusia, karena dia ini adalah targetnya adalah pasar global untuk mengisi pasar-pasar lapangan pekerjaan di luar negeri," ucap Mukhtarudin saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat (17/10/2025).
Baca Juga
RI dan Korsel Bahas Solusi Penumpukan Daftar Tunggu Calon Pekerja Migran
Dalam kerja sama ini, Mukhtarudin menyebutkan, Kemendag akan memberikan dukungan di bagian hilir dalam rangka optimalisasi penempatan, karena memiliki Atase Perdagangan yang tersebar di 33 negara. Oleh sebab itu, ia berharap, pekerja migran memperoleh bekal yang dapat diarahkan menjadi eksportir.
"Begitu pulang ke Tanah Air, kami akan bersinergi dengan Kementerian Perdagangan dalam konteks bagaimana agar yang berangkat pekerja migran pulangnya sudah jadi juragan dan menjadi eksportir," ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menjelaskan, pihaknya tidak hanya bertugas untuk mengekspor barang atau komoditas, melainkan juga jasa. Pada kerja sama ini, ia menekankan komitmen untuk membekali PMI untuk mempersiapkan kualitas saat pulang ke Tanah Air.
"Kita ajarin bagaimana sih cara nanti jadi eksportir kalau pulang. Kan ketika di sana kan dia bisa melakukan market research paling tidak dia sudah tahu lah kebutuhan negara itu apa. Nah setelah pulang, kita ajarin jadi eksportirnya, kita ada pelatihan-pelatihan," tambah Mendag Budi.

